Redenominasi Rupiah Makin Ramai Dibahas, Publik Khawatir Soal Efek Psikologis

Photo Author
- Senin, 17 November 2025 | 13:45 WIB
Ilustrasi Uang Rupiah Indonesia (Photo : Shutterstock.com/Maciej Matlak)
Ilustrasi Uang Rupiah Indonesia (Photo : Shutterstock.com/Maciej Matlak)

INSIBERNEWS - Isu redenominasi rupiah kembali muncul di tengah publik setelah pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memantik diskusi panjang soal dampaknya.

Wacana penyederhanaan nilai rupiah dari Rp1000 menjadi Rp1 ini bukan hanya dianggap sekadar urusan teknis, tetapi juga dinilai membawa efek psikologis bagi masyarakat, terutama mereka yang hidup dengan penghasilan pas-pasan.

Baca Juga: Timnas CP Indonesia Kunci Tiket Semifinal Usai Tumbangkan Jepang dalam Laga Menegangkan

Pembahasan mengenai hal ini kembali mencuat setelah pengamat ekonomi, Prof. Ferry Latuhihin, mengulas tuntas isu redenominasi dalam siniar YouTube Hendri Satrio Official yang tayang pada Senin, 17 November 2025.

Menurutnya, gagasan tersebut sebenarnya sudah berusia lama dan beberapa kali mencuat dalam diskusi kebijakan uang nasional.

“Menurut saya, wacana redenominasi nilai rupiah dari Rp1000 ke Rp1 itu kan sebetulnya sudah lebih dari 10 tahun yang lalu,” ujar Ferry.

Baca Juga: Jelang Coachella 2026, Justin Bieber Nekat Tetap Latihan Meski Cedera Tulang Rusuk Gegara Onewheel

Ia menjelaskan, alasan awal di balik redenominasi lebih condong pada penyederhanaan administrasi keuangan, termasuk pada pencatatan transaksi, laporan keuangan, hingga sistem pembayaran yang selama ini masih menggunakan banyak digit.

“Tujuannya untuk memudahkan administrasi, dengan menghilangkan 3 angka 0 di belakang angka rupiahnya,” jelasnya.

Meski begitu, Ferry menilai belum ada urgensi yang mendesak untuk menerapkan kebijakan ini saat ini. Menurutnya, aktivitas ekonomi berjalan normal dan sektor bisnis juga tidak mengalami hambatan berarti yang mendorong perlunya percepatan redenominasi.

Baca Juga: Park Bom Bikin Heboh Lagi, Unggah Kolase Foto Bareng Lee Min Ho yang Bikin Fans Terbelalak

“Saya lihat sektor bisnis sekarang aman-aman saja,” kata Ferry.

Namun Ferry menekankan bahwa potensi persoalan terbesar dari redenominasi bukan berada pada struktur teknisnya, tetapi pada persepsi masyarakat kecil yang kesehariannya masih rentan dan sensitif terhadap perubahan nominal uang yang mereka gunakan.

Baca Juga: Pemerintah Pastikan Harga Beras Tak Melambung Jelang Nataru 2026

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X