RI Siap Produksi Massal KSOT, Begini Perbandingannya dengan AS, Rusia, hingga China

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Minggu, 16 November 2025 | 17:39 WIB
Ilustrasi kapal selam tanpa awak (Istimewa )
Ilustrasi kapal selam tanpa awak (Istimewa )

INSIBERNEWS - Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI menilai penguatan alutsista atau armada bawah laut kian mendesak, terlebih dengan banyaknya celah perairan yang kerap dimanfaatkan untuk penyelundupan.

Pemerintah RI di bawah kepemimpinan Presiden, Prabowo Subianto mulai memberi perhatian besar pada penguatan pertahanan laut.

Adapun, salah satu fokus terbarunya adalah dengan melakukan pengembangan terhadap kapal selam tanpa awak atau KSOT yang akan diproduksi massal di dalam negeri.

Baca Juga: Dukung Produk Kerajinan Lokal, Pundi Craft Tumbuh Bersama Pemberdayaan Rumah BUMN BRI

Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin menuturkan, Indonesia kini sudah berada di tahap uji coba KSOT. Prototipe kapal selam autonomous itu telah diuji di Dermaga Ujung Koarmada II Surabaya.

"Kapal selam autonomous yang kita sebut KSOT. Kita coba dan kita akan bikin di PT PAL agar kita mass product di PT PAL mulai 2026," kata Sjafrie dalam sambutannya di pesawat Airbus A400M menuju Aceh, pada Minggu, 16 November 2025.

Dengan karakteristik Indonesia sebagai negara kepulauan, keberadaan kapal selam tanpa awak ini didesain untuk menjaga wilayah perairan rawan penyelundupan.

Baca Juga: Evakuasi Terhambat Cuaca, Tim SAR Temukan 2 Korban dan 17 Lainnya Masih Dalam Pencarian di Longsor Cilacap

Sjafrie menegaskan, Indonesia siap memproduksi KSOT secara massal melalui BUMN strategis.

Berkaca dari hal itu, menarik untuk membandingkan kapal selam tanpa awak alias drone bawah laut milik Indonesia dengan negara-negara raksasa, seperti Amerika Serikat (AS), Rusia, hingga China.

KSOT versi Indonesia
Diketahui, rencana produksi massal KSOT menjadi langkah besar Indonesia dalam upaya modernisasi alat tempur bawah laut.

Dengan kemampuan menyelam sampai 6 bulan dan dilengkapi torpedo, KSOT masuk kategori drone bawah laut dengan sistem operasi jarak jauh.

Baca Juga: Soroti Polemik Ijazah Jokowi, Pakar Hukum Teuku Nasrullah Bahas soal Kepentingan Umum

Terlebih, KSOT juga dinilai dapat dioperasikan untuk pengawasan wilayah strategis dan misi intelijen maritim.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X