Baca Juga: Tragedi di Kedai Kopi Kulon Progo, Bocah 6 Tahun Tewas Tertimpa Kentongan Raksasa
Presiden Prabowo dalam kesempatan itu juga memberikan apresiasi kepada Kejagung dan seluruh jajaran penegak hukum. Ia menegaskan bahwa pengembalian uang negara bukan akhir, melainkan awal dari pembenahan besar-besaran terhadap tata kelola sumber daya strategis Indonesia.
“Ini bukan sekadar angka, ini adalah kepercayaan publik yang harus kita jaga. Tidak boleh ada lagi ruang bagi penyalahgunaan kewenangan, apalagi yang merugikan rakyat,” tegas Prabowo.
Kasus korupsi fasilitas ekspor CPO ini menjadi salah satu perkara terbesar yang ditangani Kejaksaan Agung dalam beberapa tahun terakhir.
Baca Juga: Usai Pemecatan Patrick Kluivert, Iwan Bule Dukung Kembalinya Shin Tae-yong Latih Timnas
Dengan dikembalikannya uang Rp13,2 triliun ke negara, publik berharap penegakan hukum serupa akan terus berlanjut sebagai bukti nyata komitmen pemerintah dalam menegakkan keadilan dan memperjuangkan kepentingan rakyat.***
Artikel Terkait
Gaza Kembali Berdarah, Serangan Udara Israel Tewaskan 33 Warga Termasuk Anak-anak
Usai Pemecatan Patrick Kluivert, Iwan Bule Dukung Kembalinya Shin Tae-yong Latih Timnas
Dana BOS dan BOP Madrasah Segera Cair, Kemenag Pastikan Proses Berjalan Pekan Ini
Menebak Pelatih Baru Timnas, Muncul Rumor Timur Kapadze dan Van Gaal
Na Daehoon Diduga Diselingkuhi Julia Prastini Ditengah Punya Anak 3, Ia Kenang Kehidupan Broken Homenya
Pertanyakan Sisa Tahunan APBD ke Tito Karnavian, Menkeu Purbaya Soroti Pertumbuhan Ekonomi Nasional yang Masih Jawa Sentris
Tragedi di Kedai Kopi Kulon Progo, Bocah 6 Tahun Tewas Tertimpa Kentongan Raksasa
Kabinet 'Gemuk' Prabowo-Gibran, Strategi Politik atau Beban Pemerintahan?
Fokus Introspeksi Diri, Begini Komentar Bambang Pamungkas soal Gagalnya Timnas ke Piala Dunia 2026
Tiara Andini Resmi Rilis Album Baru 'Edelweiss', Simbol Cinta dan Perjuangan