Ia juga menyinggung bahwa keringanan pajak dalam UU ini, termasuk penghapusan insentif untuk kendaraan listrik, berdampak buruk pada bisnisnya di Tesla, yang melaporkan penurunan laba hingga 71% pada kuartal pertama 2025.
Baca Juga: Richard Lee Buka Suara Soal Dugaan Jokowi Alami Stevens Johnson Syndrome
Meski mendapat dukungan dari beberapa senator konservatif seperti Rand Paul dan Mike Lee, yang juga mengkritik kenaikan defisit, pandangan Musk menuai penolakan dari kubu pendukung Trump. Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menegaskan bahwa Presiden Trump tetap yakin UU ini adalah langkah besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
"Presiden tahu posisi Elon soal UU ini, tapi itu tak mengubah pandangannya. Ini adalah UU yang besar dan indah, dan beliau tetap mendukungnya," ujar Leavitt.
Baca Juga: Segera Diumumkan 2 Juli, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Siap Legalkan Sumur Minyak Rakyat
Sementara itu, Trump menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi dari keringanan pajak dan kebijakan tarifnya akan mengimbangi lonjakan defisit, meski para ekonom seperti Ernie Tedeschi dari Yale University meragukan klaim tersebut, menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi saja tak cukup untuk menstabilkan utang.
Artikel Terkait
Memo Titipan Siswa SMBP di Penerimaan Murid Baru Bikin Heboh, Wakil Ketua DPRD Banten Klarifikasi
IDF Dituding Tembaki Warga Sipil di Gaza, Israel: Itu Fitnah, Bukan Kebijakan Militer Kami
Dulu Dekat Kini Jauh, Yoo Jae Suk Ceritakan Perubahan Hubungan dengan Song Joong Ki
Menteri Karding Akui Tak Punya Wewenang, Berikut Dua Tugasnya Terkait Loker Luar Negeri dari Prabowo
Malu ke Dokter? Inilah Gejala Sifilis yang Harus Kamu Kenali Sejak Dini
Benarkah Teknik Uap Bisa Sembuhkan Batuk Pilek pada Bayi? Ini Faktanya
KPK Bongkar Skandal Jalan di Sumut: Anak-Bapak Direktur Ikut Terseret Dugaan Suap Proyek Ratusan Miliar
Prabowo Tegaskan Hilirisasi Bukan Gagasan Baru: Ini Perjuangan Panjang Bangsa, Bukan Jalan Instan
Pengeroyokan Prajurit TNI AL di Malang Bikin Geram, TNI: Premanisme Harus Diberangus!
Tarif Listrik PLN Triwulan III 2025 Tak Naik, Pemerintah Jaga Daya Beli dan Dorong Industri