Pengeroyokan Prajurit TNI AL di Malang Bikin Geram, TNI: Premanisme Harus Diberangus!

Photo Author
- Minggu, 29 Juni 2025 | 16:54 WIB
Ilustrasi pengeroyokan (Foto : pixabay.com)
Ilustrasi pengeroyokan (Foto : pixabay.com)

INSIBERNEWS - Kejadian memilukan terjadi di Terminal Arjosari, Kota Malang, pada Kamis malam (26/6/2025), ketika seorang prajurit TNI Angkatan Laut menjadi korban pengeroyokan brutal oleh sekelompok orang.

Insiden ini berawal dari adu mulut antara prajurit tersebut dengan seorang calo di terminal, yang kemudian berujung pada aksi kekerasan massal.

Baca Juga: Prabowo Tegaskan Hilirisasi Bukan Gagasan Baru: Ini Perjuangan Panjang Bangsa, Bukan Jalan Instan

Video kejadian yang menyebar di media sosial langsung memicu kemarahan warganet, sekaligus menyoroti masalah premanisme yang masih menghantui ruang publik.

Tentara Nasional Indonesia (TNI) langsung bereaksi keras. Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, menegaskan bahwa pihaknya tak akan tinggal diam menyikapi tindakan biadab ini.

Menurutnya, TNI telah mengidentifikasi para pelaku dan siap bekerja sama dengan kepolisian untuk memburu mereka hingga ke ujung jalan.

Baca Juga: KPK Bongkar Skandal Jalan di Sumut: Anak-Bapak Direktur Ikut Terseret Dugaan Suap Proyek Ratusan Miliar

“Kami sudah tahu siapa saja pelakunya. Bersama polisi, kami akan kejar mereka sampai dapat. Ini bukan cuma soal prajurit kami yang diserang, tapi soal keamanan masyarakat yang jadi taruhan,” kata Kristomei dengan nada tegas saat jumpa pers di Jakarta, Sabtu (28/6/2025).

Baca Juga: Benarkah Teknik Uap Bisa Sembuhkan Batuk Pilek pada Bayi? Ini Faktanya

Kronologi kejadian bermula ketika prajurit TNI AL tersebut terlibat cekcok dengan seorang calo yang diduga meminta pungutan liar. Tak terima, calo itu memanggil sejumlah rekannya, yang kemudian mengeroyok korban secara membabi buta di depan mata publik.

Aksi ini tak hanya melukai prajurit tersebut, tetapi juga mencoreng citra terminal sebagai ruang publik yang seharusnya aman dan nyaman bagi semua. Korban kini telah mendapat perawatan medis intensif dan dilaporkan dalam kondisi stabil, meski masih membutuhkan pemulihan.

Baca Juga: Malu ke Dokter? Inilah Gejala Sifilis yang Harus Kamu Kenali Sejak Dini

Kristomei menegaskan bahwa premanisme, seperti yang terjadi di Terminal Arjosari, adalah ancaman serius terhadap ketertiban masyarakat.

Ia mengajak warga untuk tidak takut melapor jika menemukan praktik serupa, seperti pungli atau intimidasi di tempat umum. Menurutnya, pemberantasan premanisme adalah tanggung jawab bersama, dan TNI siap berada di barisan terdepan untuk melindungi masyarakat.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X