Protes Besar di Serbia, Ratusan Ribu Orang Tuntut Keadilan atas Tragedi Runtuhnya Stasiun

Photo Author
- Senin, 17 Maret 2025 | 14:58 WIB
Ratusan Ribu Warga Protes Besar di Serbia (Foto : AP/Darko Vojinovik)
Ratusan Ribu Warga Protes Besar di Serbia (Foto : AP/Darko Vojinovik)

INSIBERNEWS - Ratusan ribu warga Serbia turun ke jalan pada Sabtu lalu untuk menyuarakan kemarahan mereka atas runtuhnya stasiun kereta api di Novi Sad yang merenggut 15 nyawa.

Insiden yang terjadi pada November lalu ini memicu gelombang protes terbesar dalam sejarah Serbia, dengan tuntutan transparansi dan pertanggungjawaban dari pemerintah.

Baca Juga: Kabar Baik! Pengangkatan CPNS dan PPPK 2024 Dipercepat, Ini Jadwalnya

Pemerintah Serbia mencatat jumlah demonstran mencapai 107.000 orang di seluruh Beograd, sementara pemantau independen menyebutkan angka yang jauh lebih besar, yakni 325.000 orang.

Jika klaim ini akurat, aksi unjuk rasa tersebut menjadi yang terbesar dalam sejarah negara itu.

Para pengunjuk rasa menuding korupsi dan praktik bisnis yang curang sebagai penyebab utama tragedi tersebut, serta menyalahkan pemerintahan Presiden Aleksandar Vucic yang dianggap gagal mencegah bencana ini.

Baca Juga: Mulai Tahun Ajaran Baru, Siswa Kelas 5 SD Bisa Belajar AI dan Coding!

Demonstran menilai bahwa proyek renovasi stasiun yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir penuh dengan penyimpangan. Banyak yang percaya bahwa kejadian ini merupakan cerminan dari lebih dari satu dekade kepemimpinan Partai Progresif Serbia yang dipimpin oleh Vucic.

Mereka menuntut penyelidikan yang lebih transparan dan langkah nyata untuk mencegah tragedi serupa di masa depan.

Baca Juga: Gen Z Didorong Stop Boros Pangan, Bapanas: Ini Berdampak ke Ekonomi dan Lingkungan!

Di tengah gelombang protes yang masif, Presiden Vucic tetap membela pemerintahannya. Dalam pidatonya pada Sabtu malam, ia menyanjung aparat kepolisian yang dianggap berhasil menjaga ketertiban selama demonstrasi.

"Saya bangga karena kami berhasil menjaga perdamaian," ujar Vucic, seperti dikutip dari BBC. Pernyataan ini menuai reaksi beragam, dengan sebagian masyarakat menilai bahwa pemerintah lebih fokus pada citra ketertiban daripada menangani akar permasalahan.

Baca Juga: Wow! BRI Jadi Merek No 1 di Indonesia dan Urutan 323 Dunia dalam Daftar Brand Finance Global 500 Tahun 2025

Protes ini menunjukkan meningkatnya ketidakpuasan publik terhadap pemerintahan Vucic, terutama dalam menangani proyek infrastruktur dan transparansi kebijakan.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X