INSIBERNEWS - Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menuding Presiden Rusia, Vladimir Putin, tidak sungguh-sungguh dalam menanggapi rencana gencatan senjata di Ukraina.
Starmer menilai Kremlin hanya mempermainkan negosiasi damai yang diusulkan oleh mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Baca Juga: OTT KPK di OKU: Kepala Dinas PUPR dan Anggota DPRD Terjaring, Uang Rp2,6 Miliar Diamankan
Pernyataan ini disampaikannya dalam sebuah wawancara yang dikutip dari BBC, di mana ia menekankan bahwa sikap Rusia yang mengabaikan proposal tersebut menunjukkan bahwa Putin tidak benar-benar ingin mengakhiri konflik.
"Kita tidak bisa membiarkan Presiden Putin bermain-main dengan kesepakatan yang diajukan oleh Presiden Trump. Pengabaian Kremlin terhadap usulan gencatan senjata hanya membuktikan bahwa Putin tidak serius tentang perdamaian," ujar Starmer.
Baca Juga: Karier Kim Soo Hyun Makin Merosot, Satu per Satu Brand Besar Putuskan Kontrak
Pernyataannya ini muncul setelah Putin sebelumnya menyatakan keterbukaan terhadap gagasan gencatan senjata di Ukraina, namun tetap memberikan syarat yang belum jelas.
Dalam konferensi persnya, Putin mengatakan bahwa "masih ada pertanyaan" yang harus dibahas terkait gencatan senjata tersebut.
Baca Juga: Skandal Kim Soo Hyun & Kim Sae Ron: Foto Bocor, Keluarga Tuntut Pengakuan & Permintaan Maaf
Pernyataan Putin yang terkesan abu-abu ini memicu skeptisisme dari berbagai pihak, termasuk Inggris. Starmer menegaskan bahwa jika Rusia benar-benar bersedia untuk duduk di meja perundingan, maka dunia internasional harus siap untuk mengawasi jalannya gencatan senjata.
"Jika Rusia akhirnya bersedia melakukan negosiasi, maka kita harus memastikan bahwa gencatan senjata yang terjadi bukan hanya sekadar manuver politik, tetapi perdamaian yang nyata dan berkelanjutan," tambahnya.
Baca Juga: Hadir di GBK! Cobain Beragam Aktivitas Seru di Kapan Lagi Buka Bareng BRI Festival 2025
Sejak invasi Rusia ke Ukraina dimulai pada Februari 2022, berbagai upaya gencatan senjata dan negosiasi damai telah dilakukan, namun semuanya menemui jalan buntu.
Inggris, bersama sekutu NATO lainnya, terus mendukung Ukraina baik secara militer maupun diplomatik.
Artikel Terkait
Cek Daya Tampung Antropologi Budaya di ISBI Bandung Pada SNBT 2025, Calon Mahasiswa Baru Wajib Tahu!
SNBT 2025: Ini Daya Tampung dan Peminat Prodi Pendidikan Geografi di Universitas Siliwangi
Universitas Tidar Sediakan Kouta di SNBT 2025, Berapa Daya Tampung Pendidikan Biologi?
Info Daya Tampung Destinasi Pariwisata di ISI Surakarta Dalam SNBT 2025, Bukan Banyak?
Minat Masuk Universitas Negeri Semarang? Prodi Pendidikan Fisika Miliki Daya Tampung Segini di SNBT 2025
Lulusan SMA SMK Merapat, Ini Daya Tampung Pendidikan Kimia di Universitas Negeri Yogyakarta Pada SNBT 2025
Hadir di GBK! Cobain Beragam Aktivitas Seru di Kapan Lagi Buka Bareng BRI Festival 2025
Skandal Kim Soo Hyun & Kim Sae Ron: Foto Bocor, Keluarga Tuntut Pengakuan & Permintaan Maaf
Karier Kim Soo Hyun Makin Merosot, Satu per Satu Brand Besar Putuskan Kontrak
OTT KPK di OKU: Kepala Dinas PUPR dan Anggota DPRD Terjaring, Uang Rp2,6 Miliar Diamankan