INSIBERNEWS - Apple kembali memperkuat komitmennya terhadap perlindungan privasi pengguna dengan menghadirkan fitur keamanan baru pada sejumlah model iPhone dan iPad. Fitur ini dirancang untuk membatasi akses pihak lain, termasuk penegak hukum, intelijen, hingga peretas, terhadap data lokasi presisi pengguna yang diperoleh melalui operator seluler.
Dalam laporan yang dikutip dari Tech Crunch pada Jumat, Apple menjelaskan bahwa fitur tersebut bekerja dengan mengurangi tingkat ketelitian data lokasi yang dibagikan perangkat ke operator seluler. Dengan pengaturan ini, lokasi yang diteruskan tidak lagi berupa titik alamat yang spesifik.
Baca Juga: Wamenkomdigi Dorong Verifikasi Usia Ketat, Platform Digital Diminta Lebih Serius Lindungi Anak
“Jika fitur ini diaktifkan, data lokasi yang dibagikan akan bersifat lebih umum, misalnya hanya menunjukkan area lingkungan, bukan alamat detail,” demikian penjelasan Apple.
Langkah ini dinilai dapat memberikan lapisan perlindungan tambahan bagi pengguna, terutama di tengah meningkatnya kekhawatiran soal pelacakan digital dan penyalahgunaan data pribadi oleh pihak-pihak yang tidak berwenang.
Meski begitu, Apple menegaskan bahwa pembatasan lokasi presisi ini tidak akan mengganggu kinerja aplikasi yang membutuhkan data lokasi. Aplikasi tetap menerima informasi lokasi secara akurat sesuai kebutuhan fungsionalnya.
Baca Juga: Jangan Kaget! Jamur Enoki Ternyata Susah Dicerna, Ini Penjelasannya
“Fitur ini juga tidak memengaruhi informasi lokasi yang dibagikan kepada layanan darurat saat pengguna melakukan panggilan darurat,” tegas Apple.
Dengan demikian, aspek keselamatan pengguna tetap menjadi prioritas, meskipun perlindungan privasi diperketat. Apple menyebut keseimbangan antara keamanan, privasi, dan keselamatan publik menjadi dasar pengembangan fitur ini.
Fitur pembatasan lokasi presisi tersebut tersedia pada perangkat iPhone Air, iPhone 16e, serta iPad Pro (M5) Wi-Fi + Cellular. Seluruh perangkat tersebut harus menjalankan sistem operasi iOS 26.3 untuk dapat mengakses fitur ini.
Baca Juga: WhatsApp Tambah Mode Keamanan Ketat Anti Siber, Akun Pengguna Kini Lebih Terlindungi
Namun, layanan ini belum tersedia secara global. Saat ini, fitur tersebut baru didukung oleh sejumlah operator di berbagai negara, antara lain Telekom di Jerman, AIS dan True di Thailand, EE dan BT di Inggris, serta Boost Mobile di Amerika Serikat.
Apple menyebut akan terus memperluas dukungan operator seiring kerja sama dengan mitra seluler di berbagai wilayah, sebagai bagian dari upaya jangka panjang meningkatkan kendali pengguna atas data pribadinya.***