lifestyle

Work-Life Balance: Mengapa Kerja Fleksibel Belum Membawa Keseimbangan yang Diinginkan?

Selasa, 18 Maret 2025 | 16:16 WIB
Work from Office (WFO) VS Work From Home (WFH) ((WebEngage) )

Meskipun kerja fleksibel memiliki beberapa keuntungan, dampak negatifnya terhadap kesejahteraan mental tidak bisa diabaikan. Salah satunya adalah kelelahan yang terjadi akibat kesulitan dalam memisahkan pekerjaan dari kehidupan pribadi. Selain itu, kurangnya interaksi sosial di kantor dapat membuat pekerja merasa terisolasi dan kesepian.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Workplace Health & Safety (2023) menunjukkan bahwa interaksi sosial di tempat kerja berperan besar dalam menjaga kesehatan mental. Tanpa obrolan ringan di kantor atau sesi brainstorming spontan, banyak pekerja jarak jauh merasa terputus dari tim mereka.

Apakah Work-Life Balance Masih Mungkin Dicapai?

Meskipun kerja fleksibel membawa tantangan tersendiri, banyak pekerja yang tetap menginginkannya. Survei Gallup menunjukkan bahwa fleksibilitas waktu dan pengurangan waktu perjalanan tetap menjadi alasan utama mengapa banyak orang lebih memilih kerja jarak jauh daripada bekerja di kantor.

Namun, untuk mencapai work-life balance yang sesungguhnya, perubahan budaya kerja yang lebih besar perlu dilakukan. Perusahaan harus menetapkan ekspektasi yang jelas tentang jam kerja dan mencegah kebiasaan kerja berlebihan. Pemimpin perusahaan harus menunjukkan bahwa setelah jam kerja berakhir, pekerja tidak lagi diminta untuk merespons pesan atau menghadiri rapat, kecuali dalam situasi yang benar-benar mendesak.

 Baca Juga: Kabar Baik! Pengangkatan CPNS dan PPPK 2024 Dipercepat, Ini Jadwalnya

Kesimpulan: Perlu Regulasi untuk Keseimbangan yang Sejati

Bagi pekerja, menetapkan batasan pribadi sangat penting, seperti membuat ruang kerja khusus di rumah, menentukan jam kerja yang jelas, dan menghindari untuk selalu memeriksa email atau pesan setelah jam kerja berakhir. Beberapa negara telah mulai mengambil langkah untuk mengatur masalah ini, seperti Portugal yang melarang pengiriman pesan pekerjaan di luar jam kantor.

Secara keseluruhan, meskipun work-life balance masih merupakan tantangan bagi banyak orang, hal ini bukanlah sesuatu yang mustahil dicapai. Dengan perubahan budaya kerja dan kebijakan yang mendukung, kita bisa mencapainya, dan mungkin, suatu hari nanti, kita akan benar-benar menemukan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi yang sejati.

Halaman:

Tags

Terkini