Berawal untuk Buku Tahunan? Ternyata Begini Awal Mula Kemunculan Canva yang Kini Jadi Platform Desain Populer di Dunia

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Jumat, 15 November 2024 | 19:30 WIB
Potret CEO Canva, Melanie Perkins.  (Dok. Forbes)
Potret CEO Canva, Melanie Perkins. (Dok. Forbes)

Fusion Books menjadi perusahaan yang menjadi bahan uji coba Melanie bersama Cliff untuk mempelajari masalah-masalah yang dialami berbagai siswa saat mendesain sesuatu.

Beragam masalah tersebut kemudian perlahan dituntaskan dengan membuat Fusion Books semakin sederhana untuk digunakan para siswa.

Kesederhanaan dalam Fusion Books itu menjadi tolak ukur Melanie untuk membuat Canva sebagai platform desain sederhana agar semua orang dapat mendesain apapun sesuka hati mereka.

Perjalanan Canva Menuju Kesuksesan

Pada tahun 2013, Canva meluncur pertama kali di pasar platform desain dunia dengan diikuti oleh 50 ribu pengguna.

Baca Juga: Pencahayaan Pintar dalam Kamar Tidur Minimalis Modern, Tingkatkan Suasana dengan Teknologi

Kemudian, pada tahun 2015, Canva meluncurkan Canva for Work (sekarang Canva Pro) yang diikuti 50 pengguna dan mampu menghasilkan 50 juta desain yang nilai asetnya mencapai 165 juta dolar atau sekitar Rp2,6 triliun.

Berbagai inovasi fitur baru mulai diluncurkan Canva pada tahun 2017, seperti animasi, desain printing, hingga peluncuran 100 bahasa.

Pada tahun 2018, Canva menjadi Unicorn atau perusahaan rintisan dengan nilai aset lebih dari 1 miliar dolar atau Rp15,9 miliar, dengan putaran investasi sebesar 40 juta dolar atau sekitar Rp636 miliar.

Hingga pada tahun 2024 Canva terus mengembangkan bisnisnya. Salah satunya dengan mengakuisisi Zeetings yang dapat dipakai pengguna untuk melakukan presentasi.

Baca Juga: Kemenangan Qatar Lawan Uzbekistan Usai Perpanjangan Waktu Gaib Nambah Daftar Kontroversi Wasit di Laga Kualifikasi Pildun 2026!

Berkat keberhasilannya mendirikan Canva, kini Melanie memiliki kekayaan bersih yang mencapai 4,4 miliar dolar atau sekitar Rp70 triliun versi Majalah Forbes per tanggal 14 November 2024.***

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Sumber: Forbes, Zero to One

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X