Berawal untuk Buku Tahunan? Ternyata Begini Awal Mula Kemunculan Canva yang Kini Jadi Platform Desain Populer di Dunia

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Jumat, 15 November 2024 | 19:30 WIB
Potret CEO Canva, Melanie Perkins.  (Dok. Forbes)
Potret CEO Canva, Melanie Perkins. (Dok. Forbes)

INSIBERNEWSCanva merupakan platform populer yang dikenal memiliki fitur lengkap untuk menghasilkan karya desain visual yang menarik.

Ternyata, Canva dahulunya hanya platform yang digunakan untuk membuat buku tahunan di sekolah menengah atas (SMA) di Australia. Namun, kini platform desain itu kian berkembang dan memiliki lebih dari ratusan juta pengguna.

Siapakah sebenarnya sosok di balik keberhasilan Canva yang menjadi salah satu platform desain yang populer di dunia? 

Baca Juga: Tindakan Tegas BRI Perangi Judi Online, Lebih Dari 3 Ribu Rekening Resmi Diblokir

Awal Mula Kemunculan Canva

Melanie Perkins dan Cliff Obrecht adalah pasangan suami istri asal Australia yang mendirikan perusahaan Fusion Books pada tahun 2007 silam.

Melanie bersama sang suami dikenal mampu membuat para siswa di Australia berkreasi dalam mendesain buku tahunan sekolah mereka dengan kreatif.

Seiring waktu, Fusion Books menjadi pemasok buku tahunan terbesar di Australia.

Keberhasilan Melanie dan Cliff itu menarik minat seorang pebisnis Cameron Adams asal Amerika Serikat (AS) untuk menciptakan platform sederhana untuk para desainer.

Baca Juga: 4.000 Prajurit TNI Terlibat Judi Online, Pemecatan Jadi Ancaman Serius

Pada tahun 2013, menjadi awal kemunculan platform Canva yang kala itu dirancang khusus untuk 50 ribu pengguna.

Platform Desain yang Sederhana

Dalam menjalankan perusahaan Canva, Melanie bertindak sebagai CEO yang memiliki misi untuk memberdayakan setiap orang di dunia untuk mendesain apapun sesuka hati mereka.

Selain itu, Melanie yang dibantu oleh Cliff dan Adams juga memiliki misi ingin melakukan kebaikan sebanyak mungkin kepada orang lain.

Berkaca dari misi itu, ide tentang platform Canva ternyata sudah dirancang oleh Melanie ketika belajar tentang Psikologi dan Bisnis di Universitas Australia Barat.

Baca Juga: Cara Membuat Lagu Menggunakan AI, 3 Menit Selesai!

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Sumber: Forbes, Zero to One

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X