INSIBERNEWS - Keracunan makanan pada anak merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi.
Terutama karena daya tahan tubuh anak yang masih berkembang dan kebiasaan mereka yang lebih rentan terpapar bakteri atau virus melalui makanan.
Oleh karena itu, orang tua perlu memahami ciri-ciri keracunan makanan pada anak untuk dapat segera mengambil tindakan yang tepat jika anak menunjukkan gejala tersebut.
Baca Juga: 4 Produk Latiao yang Ditarik BPOM Karena Mengandung Bakteri Berbahaya
Mual dan Muntah
Salah satu tanda paling umum dari keracunan makanan pada anak adalah mual yang disertai muntah.
Makanan yang terkontaminasi bakteri atau virus dapat mengganggu sistem pencernaan dan menyebabkan rasa tidak nyaman yang memicu mual.
Jika muntah terjadi berulang kali, itu bisa menjadi indikasi bahwa anak mengalami keracunan makanan.
Baca Juga: BPOM Tarik Peredaran Jajan Anak Latiao Karena Terbukti Mengandung Bakteri Berbahaya
Diare
Diare merupakan gejala yang sering menyertai keracunan makanan. Anak yang keracunan makanan biasanya akan mengalami buang air besar yang cair dan lebih sering dari biasanya.
Diare yang parah bisa menyebabkan dehidrasi, sehingga orang tua perlu lebih waspada jika diare berlangsung lebih dari 24 jam.
Nyeri Perut dan Kram
Anak yang keracunan makanan seringkali mengeluhkan sakit perut atau kram yang disebabkan oleh peradangan atau iritasi pada saluran pencernaan. Nyeri ini bisa datang secara tiba-tiba dan terasa cukup intens.
Artikel Terkait
Pertolongan Pertama Saat Keracunan Makanan: Langkah Mudah dan Efektif untuk Pemulihan Cepat
Hati-hati! Berlebihan dalam Mengonsumsi Air Putih Dapat Menyebabkan Keracunan
10 Jenis Obat Berbahan Herbal Bisa Rusak Ginjal dan Jantung, BPOM Bilang Begini ...
DPR Minta BPOM Selidiki Anggur Muscat yang Diduga Miliki Kandungan Residu Kimia Berbahaya
Waspada! Jajanan China Latio Tercemar Bakteri, Berikut Daftar Merek yang Dilarang BPOM