Mengurangi Dampak Buruk dari Emisi Gas Rumah Kaca, Berikut 5 Fakta Unik Tentang Sumber Energi Terbarukan

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Selasa, 5 November 2024 | 08:10 WIB
Ilustrasi energi terbarukan yang berasal dari sumber daya alam.  (Unsplash.com / Camila  Fernandez Leon)
Ilustrasi energi terbarukan yang berasal dari sumber daya alam. (Unsplash.com / Camila Fernandez Leon)

Bagaimana Manfaat Energi Terbarukan di Indonesia?

Sejumlah lembaga think tank di Indonesia turut menyumbang pikiran atas problem energi terbarukan dengan menggelar diskusi bertajuk ‘Memimpin Perubahan: Transisi Energi dan Emisi Nol Bersih dalam Pemerintahan Prabowo Gibran 2025-2029’ di Jakarta, pada 24 Oktober 2024.

Baca Juga: Tetap Fashionable Saat Camping, 7 Inspirasi Outfit Hijab yang Harus Kamu Coba!

Diskusi ini diikuti oleh Climateworks Centre, Centre for Policy Development (CPD), Institute for Essential Services Reform (IESR), Indonesia Research Institute for Decarbonization (IRID), International Institute for Sustainable Development (IISD), dan Purnomo Yusgiantoro Center (PYC), yang tergabung dalam Energy Transition Policy Development (ETP) Forum.

Direktur CPD, Guntur Sutiyono membuka kegiatan diskusi ini dengan menyampaikan sejumlah rekomendasi transisi energi Indonesia untuk pemerintahan Prabowo Gibran.

Berikut ini sejumlah rekomendasi yang dapat dijadikan sebagai landasan strategis bagi Prabowo-Gibran untuk memimpin transisi energi yang adil dan berkelanjutan di Indonesia:

Baca Juga: Rekomendasi Alat Camping Hemat untuk Pengalaman Alam yang Tak Terlupakan!

1. Reformasi Subsidi Energi

Rekomendasi ini dilatari subsidi energi yang saat ini terbilang tidak tepat sasaran. 

Reformasi dengan implementasi direct-targeted subsidy sangat diperlukan agar subsidi tersebut.

Hal itu agar pemanfaatannya dapat langsung diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan dapat dilakukan melalui program berbasis digital dan basis data yang akurat.

Akses energi yang andal dan bersih untuk daerah Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal (3T) juga tak kalah penting. Pembangunan jaringan mikro, mini, dan off-grid berbasis komunitas atau koperasi dapat menjadi solusi konkrit.

Baca Juga: Serap Energi Positif dari Kamar Tidur Idamanmu dengan Desain Minimalis Estetik Gaya Coquette

Terkait tata kelola dan regulasi untuk transisi energi, pemerintah dapat memisahkan peran regulator dan operator bisnis. 

Kebijakan itu akan meningkatkan efisiensi dan mempercepat adopsi sumber energi bersih melalui mekanisme yang lebih transparan ke pelosok daerah.

2. Memperkuat Koordinasi Demi Transisi Energi

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Sumber: Rekomendasi Kebijakan Energi, United Nation, NRDC

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X