Mengurangi Dampak Buruk dari Emisi Gas Rumah Kaca, Berikut 5 Fakta Unik Tentang Sumber Energi Terbarukan

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Selasa, 5 November 2024 | 08:10 WIB
Ilustrasi energi terbarukan yang berasal dari sumber daya alam.  (Unsplash.com / Camila  Fernandez Leon)
Ilustrasi energi terbarukan yang berasal dari sumber daya alam. (Unsplash.com / Camila Fernandez Leon)

Sumber energi terbarukan terbesar di sektor kelistrikan juga berasal dari tenaga air. Keunggulannya, tenaga air bergantung pada pola curah hujan yang umumnya stabil.

4. Energi Panas Bumi

Energi terbarukan yang berasal dari panas bumi memanfaatkan energi termal dari dalam bumi.

Panas yang diambil dapat menggunakan sejumlah media, salah satunya dengan sumur. Panas bumi yang secara alami disebut reservoir hidrotermal, dan ada juga panas bumi yang ditingkatkan dengan stimulasi hidrolik.

Energi panas bumi di berbagai lokasi dan suhu dapat digunakan untuk menghasilkan listrik dari teknologi pembangkitan listrik dari reservoir hidrotermal.

Baca Juga: Pancarkan Aura Kepribadianmu dengan Nuansa Kamar Tidur Coquette Estetik Desain Minimalis Modern

5. Bioenergi

Energi terbarukan yang berasal dari bioenergi berasal dari berbagai bahan organik, seperti kayu, arang, kotoran hewan, dan pupuk kandang.

Bioenergi yang modern kini mencakup tanaman atau pohon khusus, residu dari pertanian dan kehutanan, dan berbagai aliran limbah organik.

Energi yang dihasilkan dari pembakaran bioenergi menghasilkan emisi gas rumah kaca, namun pada tingkat yang lebih rendah dibandingkan pembakaran fosil.

Apa Manfaat Energi Terbarukan Secara Global?

Energi terbarukan dapat membatasi dampak buruk dari emisi gas rumah kaca secara global yang disebabkan oleh manusia maupun karbon dioksida dan metana.

Baca Juga: Berikut Sederet Drama Korea yang Tayang November, Mana yang Kamu Tunggu?

Hal ini dikenal sebagai net zero emission atau emisi nol bersih, untuk mengurangi sedekat mungkin dengan sisa emisi yang secara permanen dihilangkan dari atmosfer.

Konsep emisi nol bersih pertama kali dipopulerkan oleh Perjanjian Paris, sebuah kesepakatan yang dinegosiasikan pada Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (COP21) tahun 2015 untuk membatasi dampak emisi gas rumah kaca.

Energi terbarukan dapat dimanfaatkan untuk mengurangi emisi residu terutama yang ada di sektor yang sulit dikurangi, seperti pertanian dan produksi bahan kimia.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Sumber: Rekomendasi Kebijakan Energi, United Nation, NRDC

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X