INSIBERNEWS - Tanaman daun kelor atau moringa oleifera adalah tanaman tropis dengan ciri fisik berwarna hijau sampai hijau kecokelatan. Bentuknya kecil dan bundar seperti telur dengan tepi daun yang rata.
Manfaat daun kelor yang paling populer adalah melancarkan ASI pada ibu menyusui. Namun, ternyata masih banyak manfaat daun kelor bagi kesehatan seperti berikut.
-
Membantu menangkal radikal bebas
Hal ini karena kandungan antioksidan yang tinggi di dalamnya. Kadar radikal bebas yang berlebih pada tubuh bisa menyebabkan stres oksidatif yang berdampak pada penyakit jantung dan diabetes tipe 2.
Baca Juga: Tips Buat Cepat Tidur, Untuk Kamu Yang Sering Begadang
-
Kontrol tekanan darah
Salah satu kandungan daun kelor, kalium. Mampu mengontrol tekanan darah dalam tubuh. Tak hanya itu, nutrisi ini juga efektif menjaga tekanan darah tetap stabil, sehingga risiko hipertensi pun bisa dicegah.
-
Memelihara fungsi dan kesehatan otak
Hal ini disebabkan karena kandungan antioksidan pada daun. Kandungan tersebut bekerja dengan menurunkan risiko tubuh dari ancaman penyakit Parkinson dan Alzheimer seiring dengan berjalannya waktu.
Baca Juga: Hindari! 5 Kebiasaan Ini Bikin Kamu Cepet Tua Lho!
-
Membantu menghambat perkembangan sel kanker
Ekstrak kulit batang dan daun kelor yang mengandung antioksidan efektif membantu menghambat pertumbuhan sel-sel kanker pada tubuh. Jenisnya, termasuk kanker usus besar, pankreas, dan payudara.
-
Mencegah penuaan dini
Daun kelor bermanfaat untuk wajah karena kandungan antioksidan di dalamnya. Antioksidan seperti flavonoid dan polifenol bekerja dengan memerangi kerutan dan membuat kulit tampak lebih awet muda.
Kedua senyawa tersebut memiliki efek antiinflamasi yang mampu mencegah tanda penuaan dini.
Baca Juga: Awas! Bisa Bikin Otak Lemot Hindari Kebiasaan Ini
-
Membantu melancarkan pencernaan
Manfaat daun kelor satu ini berkat kandungan serat larut dan tidak larut. Serat larutnya akan larut dalam air dan berubah menjadi gel.
Hal itu dapat memperlambat proses pencernaan dan membuat rasa kenyang bertahan lebih lama.
Sementara kandungan serat tidak larutnya bekerja dengan menambah volume feses, sehingga menjadi lebih mudah ketika melewati saluran pencernaan. Hal ini dapat menurunkan risiko sembelit atau susah buang air besar.
Artikel Terkait
Mudah banget! Begini Cara Buat Ebi Furai, Makanan Jepang Favorite
Crispy banget! Cobain Resep Simple Udang Keju
Pelatih Indra Sjafri Resmi Tetapkan 23 Pemain Timnas di Ajang AFF U19 Boys Championship 2024
Hindari! 5 Kebiasaan Ini Bikin Kamu Cepet Tua Lho!
Semangat! Hasil Drawing BWF Cabang Badminton Ajang Olimpiade Paris 2024, Tim Badminton Indonesia Siap Bertanding
Mengenal Sejarah Bubur Asyura dan Filosofinya, Makanan yang Ada di Perayaan 10 Muharram
Tips Buat Cepat Tidur, Untuk Kamu Yang Sering Begadang
Ayo Coba! Ini 6 Rekomendasi Kuliner Khas Jakarta
Disporaparbud Purwakarta Tetapkan 22 Desa Disiapkan Untuk Dikembangkan Menjadi Desa Wisata
Berkah Bulan Muharram, Puluhan Anak Yatim Piatu Antusias Ikut Giat Santunan Yatim Piatu