INSIBERNEWS - Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, menanggapi keputusan Amerika Serikat yang resmi menarik diri dari badan kesehatan Perserikatan Bangsa-Bangsa tersebut. Ia memperingatkan langkah itu tidak hanya berdampak bagi AS, tetapi juga berpotensi membuat situasi kesehatan global menjadi lebih rentan.
Tedros menyampaikan kekhawatirannya melalui pernyataan terbuka di media sosial. Menurutnya, keputusan salah satu negara dengan pengaruh besar di dunia untuk meninggalkan WHO akan melemahkan upaya kolektif dalam menghadapi ancaman kesehatan lintas negara.
Baca Juga: Update! Korban Tewas Longsor Cisarua Bertambah jadi 16 Orang, Basarnas Terus Lakukan Pencarian
“Pemberitahuan penarikan diri ini membuat Amerika Serikat dan dunia menjadi kurang aman,” tulis Tedros melalui platform X.
Mengutip laporan TRT World, Minggu, 25 Januari 2026, Tedros menegaskan bahwa AS memiliki peran historis yang sangat penting di WHO. Sebagai anggota pendiri, Amerika Serikat disebut telah memberikan kontribusi signifikan dalam berbagai pencapaian organisasi, mulai dari pengendalian penyakit menular hingga penguatan sistem kesehatan global.
Baca Juga: Starmer Desak Trump Minta Maaf, Pernyataan soal Perang Afghanistan Picu Ketegangan Sekutu
Ia juga menepis anggapan bahwa WHO mengabaikan kepentingan negara anggota. Menurut Tedros, selama ini WHO selalu menjalin kerja sama dengan seluruh negara, termasuk AS, dengan menjunjung tinggi prinsip kedaulatan nasional dan kesetaraan antaranggota.
“Kami berharap Amerika Serikat suatu hari akan kembali berpartisipasi aktif di WHO. Hingga saat itu, WHO tetap berkomitmen penuh bekerja dengan semua negara untuk menjalankan mandat konstitusionalnya, yakni memastikan standar kesehatan tertinggi sebagai hak dasar setiap manusia,” ujarnya.
Baca Juga: Antisipasi Cuaca Ekstrem, BNPB Gencarkan Modifikasi Cuaca di Jakarta dan Jabar
WHO juga kembali membela langkah-langkah yang diambil selama pandemi Covid-19. Organisasi tersebut menolak tudingan Amerika Serikat yang menyebut WHO gagal merespons krisis dan menghambat penyebaran informasi penting secara cepat dan akurat.
Dalam pernyataan resminya, WHO menegaskan posisinya sebagai lembaga netral yang bekerja untuk kepentingan seluruh dunia. Dengan 194 negara anggota, WHO menekankan bahwa mereka hadir untuk melayani semua negara tanpa memihak dan tanpa tekanan politik.
“Sebagai badan khusus PBB, WHO selalu dan akan tetap bersikap netral, menghormati kedaulatan setiap negara, serta bekerja tanpa rasa takut atau keberpihakan,” tegas pernyataan organisasi tersebut.
Pemerintah Amerika Serikat sendiri telah menyelesaikan proses penarikan diri dari WHO setelah hampir 78 tahun menjadi anggota. Penarikan itu resmi berlaku mulai 22 Januari 2026, usai melalui masa pemberitahuan satu tahun sesuai ketentuan internasional.
Artikel Terkait
Terkait Kabar Bergabungnya RI, Menlu Ungkap Dewan Perdamaian Dunia Tak Akan Gantikan PBB
82 Orang Hilang, Begini Kesaksian Korban Selamat Longsor Cisarua yang Dengar Dentuman Keras Sebelum Tanah Runtuh
DPR Angkat Suara soal Dugaan Bisnis Sawit PT Sinarmas di Aceh, Komisi IV Janji Turun Cek Temuan Jatam
Bawa Pulang Sejumlah Kesepakatan Strategis, Prabowo Tuntaskan Lawatan ke Tiga Negara
Tak Ingin Warga Lama di Pengungsian, Dedi Mulyadi Beri Bantuan Kontrak Rp10 Juta bagi Korban Longsor Burangrang
Pramono Anung Bidik BTS Tampil di JIS Akhir 2026, Jakarta Siap Jadi Tuan Rumah Konser Dunia
Tesla Pangkas Fitur Autopilot Standar, Arahkan Konsumen ke Full Self-Driving
Antisipasi Cuaca Ekstrem, BNPB Gencarkan Modifikasi Cuaca di Jakarta dan Jabar
Starmer Desak Trump Minta Maaf, Pernyataan soal Perang Afghanistan Picu Ketegangan Sekutu
Update! Korban Tewas Longsor Cisarua Bertambah jadi 16 Orang, Basarnas Terus Lakukan Pencarian