INSIBERNEWS - Jumlah korban jiwa akibat bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, kembali bertambah. Hingga Minggu siang, 25 Januari 2026, tim gabungan mencatat telah menemukan total 16 kantong jenazah dari lokasi terdampak longsor.
Proses penanganan korban saat ini dipusatkan di Puskesmas Pasirlangu yang difungsikan sebagai pos Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat. Di lokasi tersebut, tim forensik terus melakukan identifikasi untuk memastikan identitas para korban sebelum diserahkan kepada keluarga.
Baca Juga: Starmer Desak Trump Minta Maaf, Pernyataan soal Perang Afghanistan Picu Ketegangan Sekutu
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra, menyampaikan perkembangan terbaru penanganan pascabencana kepada awak media. Ia menegaskan proses identifikasi dilakukan secara hati-hati dengan mengedepankan prosedur kemanusiaan.
“Hari ini, Minggu 25 Januari sekitar pukul 12.00 WIB, kami menyampaikan pembaruan pasca-bencana longsor di Kecamatan Cisarua. Saat ini kami berada di Puskesmas Pasirlangu yang dijadikan sebagai pos DVI Polda Jabar,”ujar Hendra.
Baca Juga: Antisipasi Cuaca Ekstrem, BNPB Gencarkan Modifikasi Cuaca di Jakarta dan Jabar
Ia menjelaskan, pada tahap awal evakuasi, tim gabungan melaporkan temuan sebanyak 11 kantong jenazah. Namun, seiring berlanjutnya proses pencarian, jumlah tersebut bertambah menjadi 16 kantong jenazah.
“Dari 16 kantong jenazah yang kami terima, terdapat dua potongan tubuh berupa tangan dan kaki. Hingga kemarin, tujuh korban berhasil kami identifikasi, dirilis, dan telah diserahkan kepada pihak keluarga,” kata Hendra.
Baca Juga: Pramono Anung Bidik BTS Tampil di JIS Akhir 2026, Jakarta Siap Jadi Tuan Rumah Konser Dunia
Pada hari yang sama, tim DVI kembali menerima empat jenazah tambahan dari lokasi longsor. Dari empat korban tersebut, dua di antaranya telah berhasil diidentifikasi melalui proses pencocokan data antemortem yang dikumpulkan dari keluarga.
Proses identifikasi masih terus berlangsung untuk jenazah lainnya. Polisi mengimbau keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya agar segera melapor dan memberikan data pendukung guna mempercepat proses pencocokan identitas.
Berdasarkan data sementara sejak awal kejadian, total warga yang terdampak longsor tercatat sebanyak 113 orang. Dari jumlah tersebut, 23 orang dinyatakan selamat dan sisanya masih dalam pendataan, termasuk korban yang belum ditemukan.
Sementara itu, tim SAR gabungan masih melanjutkan upaya pencarian di lokasi bencana dengan mempertimbangkan faktor keselamatan. Kondisi tanah yang labil serta cuaca yang belum sepenuhnya bersahabat menjadi tantangan utama dalam proses evakuasi.***
Artikel Terkait
Dinar Candy Ingatkan Anak Muda Jauhi Podgeter Tak Lama Setelah Lula Lahfah Tutup Usia
Terkait Kabar Bergabungnya RI, Menlu Ungkap Dewan Perdamaian Dunia Tak Akan Gantikan PBB
82 Orang Hilang, Begini Kesaksian Korban Selamat Longsor Cisarua yang Dengar Dentuman Keras Sebelum Tanah Runtuh
DPR Angkat Suara soal Dugaan Bisnis Sawit PT Sinarmas di Aceh, Komisi IV Janji Turun Cek Temuan Jatam
Bawa Pulang Sejumlah Kesepakatan Strategis, Prabowo Tuntaskan Lawatan ke Tiga Negara
Tak Ingin Warga Lama di Pengungsian, Dedi Mulyadi Beri Bantuan Kontrak Rp10 Juta bagi Korban Longsor Burangrang
Pramono Anung Bidik BTS Tampil di JIS Akhir 2026, Jakarta Siap Jadi Tuan Rumah Konser Dunia
Tesla Pangkas Fitur Autopilot Standar, Arahkan Konsumen ke Full Self-Driving
Antisipasi Cuaca Ekstrem, BNPB Gencarkan Modifikasi Cuaca di Jakarta dan Jabar
Starmer Desak Trump Minta Maaf, Pernyataan soal Perang Afghanistan Picu Ketegangan Sekutu