INSIBERNEWS - Taman Mini Indonesia Indah (TMII) memutuskan untuk tidak menggelar pesta kembang api pada malam pergantian Tahun Baru 2026. Sebagai gantinya, pengelola TMII memilih mengadakan aksi menyalakan 1.000 lilin sebagai simbol empati dan solidaritas bagi para korban banjir di sejumlah wilayah Sumatera.
Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk kepekaan sosial di tengah duka yang dialami masyarakat terdampak bencana. TMII ingin menghadirkan perayaan akhir tahun yang tetap hangat dan bermakna, tanpa mengabaikan rasa kepedulian terhadap sesama.
Pelaksana Tugas Direktur Utama TMII, Ratri Paramita, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan wujud nyata komitmen TMII untuk menjadikan ruang publik sebagai tempat berbagi nilai kemanusiaan, bukan sekadar hiburan.
Baca Juga: Jelang 2026, Bulog Pastikan Harga Beras Terkendali dan Stok Aman di Pasaran
“Itu sebenarnya sudah menandakan bentuk kepedulian kita,” ujar Ratri Paramita.
Aksi 1.000 lilin tersebut akan digelar sebagai simbol doa bersama dan harapan bagi para korban banjir agar segera bangkit dari musibah. Pengunjung juga diajak untuk ikut mendoakan serta menunjukkan solidaritas melalui partisipasi langsung di lokasi.
Selain itu, TMII juga membuka penggalangan dana yang hasilnya akan disalurkan untuk membantu warga terdampak banjir di Sumatera. Donasi dapat diberikan langsung oleh pengunjung selama rangkaian acara Tahun Baru berlangsung.
Baca Juga: Avatar: Fire and Ash Panaskan Libur Natal, Raih USD24 Juta dan Kuasai Box Office
Meski tanpa pesta kembang api, suasana perayaan di TMII tetap dirancang meriah dan inklusif. Berbagai konser musik telah disiapkan untuk menghibur pengunjung dari berbagai kalangan.
“Puncaknya tanggal 31 Desember ada Slank. Kemudian Barasuara, Om Leo Berkaraoke, dan nanti tanggal 2 juga masih ada NDX. Jadi cukup ramai, hanya cukup membeli tiket masuk Taman Mini saja,” kata Ratri.
Rangkaian acara tersebut diharapkan tetap menjadi daya tarik utama TMII sebagai destinasi liburan akhir tahun, sekaligus memberikan pengalaman perayaan yang lebih reflektif dan berempati.
Melalui konsep ini, TMII ingin menegaskan bahwa perayaan Tahun Baru tidak selalu identik dengan kemeriahan semata, tetapi juga dapat menjadi momentum untuk berbagi kepedulian dan memperkuat rasa kemanusiaan.***
Artikel Terkait
Rebutan Ponsel Berujung KDRT, Polisi Amankan Suami di Depok Usai Mata Sang Istri Luka Parah hingga Dioperasi
Hujan Masih Mengintai Awal 2026, BMKG Minta Warga Lebih Siaga Jelang Tahun Baru
WFA Jadi Angin Segar Pariwisata Nataru, Kerja Tetap Jalan Liburan Tak Tertunda
PBNU Tegaskan Solid Kembali, Gus Yahya: Semua Persoalan Internal Sudah Tuntas
Misteri Kematian Satu Keluarga di Situbondo, Polisi Temukan Luka di Leher Korban
Safa Marwah Posting Foto Santai Naik Moge, Bantah Isu Simpanan Ridwan Kamil: 'Yang jelas ini bukan motor bapak RK'
Dominasi di GBT, Persebaya Gilas Persijap Jepara Tiga Gol Tanpa Balas, Skor Akhir 4-0
Tekanan Regulator Berbuah Hasil, Apple Buka Akses Aplikasi di Luar App Store untuk iPhone
Avatar: Fire and Ash Panaskan Libur Natal, Raih USD24 Juta dan Kuasai Box Office
Jelang 2026, Bulog Pastikan Harga Beras Terkendali dan Stok Aman di Pasaran