INSIBERNEWS - Komisi Eropa resmi mengumumkan langkah baru Meta yang bakal mengubah cara warga Uni Eropa berinteraksi dengan Facebook dan Instagram. Mulai Januari 2026, pengguna di wilayah tersebut akan mendapatkan kontrol lebih besar atas data pribadi mereka, termasuk opsi untuk tidak membagikan data secara penuh dan menerima iklan yang jauh lebih minim personalisasi.
Kebijakan baru ini menjadi bagian dari hasil dialog regulatori yang panjang antara Uni Eropa dan Meta, terutama terkait aturan ketat General Data Protection Regulation (GDPR).
Komisi Eropa menegaskan bahwa opsi baru ini harus benar-benar “efektif”, artinya pengguna dapat memilih untuk membatasi berbagi data tanpa paksaan atau syarat yang membingungkan.
Meta sebelumnya sempat merilis layanan berlangganan bebas iklan di Eropa pada 2023. Namun, langkah itu justru memicu kritik dari regulator karena dianggap mendorong pengguna untuk “membayar privasi”.
Setelah tarifnya diturunkan, minat publik tetap rendah. Seorang petinggi Meta bahkan mengakui tahun ini bahwa jumlah pelanggan paket bebas iklan tersebut “hanya segelintir”.
Dengan kebijakan baru yang diumumkan Komisi Eropa, Meta tak lagi hanya menawarkan paket berbayar, tetapi memberikan pilihan alternatif bagi pengguna yang ingin menggunakan platform secara gratis namun dengan tingkat pelacakan yang lebih terbatas. Pilihan ini diharapkan menciptakan model yang lebih adil bagi pengguna yang peduli privasi tetapi tak ingin membayar tambahan.
Baca Juga: Hadirkan Bank Terapung, Mari Kenalan dengan Teras BRI Kapal yang Dinanti Masyarakat Kepulauan
Dalam pernyataannya, Meta membenarkan pengumuman Komisi Eropa dan menyebut bahwa perusahaan akan mematuhi ketentuan baru tersebut.
Perusahaan menegaskan bahwa model bisnis berbasis iklan masih sangat penting bagi keberlanjutan layanan mereka, dan perubahan ini tidak akan mengubah komitmen mereka untuk menghadirkan platform yang “aman, relevan, dan dapat diakses semua orang”.
Meta juga kembali menyoroti manfaat ekonomi dari iklan yang dipersonalisasi. Menurut mereka, kontribusi Meta terhadap ekonomi Eropa tidak bisa dianggap sepele.
“Tahun lalu, iklan Meta berkontribusi pada aktivitas ekonomi senilai 213 miliar euro dan membuka 1,44 juta lapangan kerja di seluruh Uni Eropa,” ujar perwakilan perusahaan.
Dengan perubahan ini, Uni Eropa berharap ekosistem digital lebih menghargai privasi pengguna, sementara Meta tetap berupaya menjaga stabilitas pendapatannya dari bisnis iklan. Para pengamat menilai langkah ini bisa menjadi preseden baru yang kelak diterapkan juga oleh platform digital global lainnya.
Artikel Terkait
Kuku Mudah Patah dan Rapuh? Mungkin Tubuhmu Kekurangan Asupan Penting Ini
OpenAI Prediksi 220 Juta Pengguna Akan Langganan ChatGPT, Sinyal Bisnis AI Makin Menggeliat
Rahasia Wajah Tetap Kencang ala Wanita Tiongkok, Bisa Kamu Coba di Rumah!
BPKB Basah, STNK Hilang Diterjang Banjir? Begini Cara Mengurusnya Tanpa Ribet
Waspada! Sering Makan yang Dibakar Bisa Berakibat Buruk bagi Kesehatan, Berpotensi kena Kanker!
Sambut Bulan Desember 2025, Ini Dia Deretan Hari Libur Nasionalnya!
Posko Trauma Healing di Deli Serdang Jadi Ruang Aman Anak-Anak Pascabanjir
OpenAI Luncurkan 'ChatGPT for Teachers', Ruang Kerja AI Gratis untuk 400 Ribu Pendidik hingga 2027
PNM Hadirkan Fitur Aksesibilitas Digital, Rayakan Hari Disabilitas dengan Langkah Inklusif yang Lebih Nyata
Anak di Bawah Umur Masuk Medsos? Menkomdigi: Platform yang Akan Disanksi, Bukan Orang Tuanya