INSIBERNEWS - Makanan yang dipanggang atau dibakar memang punya daya tarik tersendiri—aroma smokey, tekstur yang lebih renyah, dan rasa gurih yang sulit ditolak. Namun di balik kenikmatannya, cara memasak ini ternyata menyimpan risiko yang tidak bisa dianggap sepele.
Banyak penelitian menunjukkan bahwa konsumsi makanan yang dibakar terlalu sering dapat berdampak buruk pada kesehatan tubuh dalam jangka panjang.
Baca Juga: Kemkomdigi Kirim Perangkat Komunikasi Darurat agar Korban Banjir di Sumatra Tetap Terhubung
Ketika makanan—terutama daging—dipanggang pada suhu tinggi hingga bagian luarnya gosong, akan muncul zat berbahaya seperti heterocyclic amines (HCA) dan polycyclic aromatic hydrocarbons (PAH).
Kedua zat ini terbentuk akibat reaksi kimia antara lemak, protein, dan panas ekstrem. Masalahnya, HCA dan PAH telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker, terutama kanker usus, lambung, dan pankreas.
Tidak hanya itu, makanan gosong juga dapat meningkatkan beban oksidatif di dalam tubuh. Kondisi ini muncul ketika tubuh kelebihan radikal bebas yang berpotensi merusak sel-sel sehat.
Jika dibiarkan dalam jangka panjang, kerusakan sel bisa berkembang menjadi peradangan kronis yang memicu berbagai penyakit serius, salah satunya penyakit jantung.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Tegaskan Misi Utama: Jaga Pasar Domestik dan Gas Ekonomi Lebih Kencang
Bahaya lain yang kerap diabaikan adalah akrilamida, senyawa kimia yang terbentuk ketika makanan bertepung dipanaskan pada suhu tinggi.
Kentang bakar, roti bakar yang terlalu cokelat, hingga camilan berbahan tepung yang dipanggang dapat mengandung akrilamida. Zat ini juga dianggap berpotensi meningkatkan risiko gangguan saraf serta penyakit metabolik.
Bukan berarti makanan bakar harus dihindari sepenuhnya. Namun, kita perlu cermat dalam mengolahnya. Misalnya, menghindari membakar makanan hingga hitam pekat dan memastikan proses memasak tidak terlalu lama dalam suhu ekstrem.
Menggunakan bumbu marinasi juga dapat membantu mengurangi pembentukan HCA sehingga hidangan tetap lebih aman dikonsumsi.
Baca Juga: Heboh Video ‘Penjarahan’ di Sumut, BNPB: Itu Reaksi Warga yang Sudah Berhari-hari Tak Makan
Selain itu, disarankan untuk menyeimbangkan konsumsi dengan makanan kaya antioksidan seperti sayuran hijau, buah-buahan, dan biji-bijian.
Artikel Terkait
Keluar Penjara Berkat Rehabilitasi Presiden, Ira Puspadewi Akui Hidupnya ‘Dibakar’ untuk Jadi Emas
Heboh Video ‘Penjarahan’ di Sumut, BNPB: Itu Reaksi Warga yang Sudah Berhari-hari Tak Makan
Rosan Roeslani Beberkan Alasan Danantara Terlibat dalam Rencana Merger GOTO–Grab: 'Kesejahteraan Ojol Jadi Prioritas'
Marshanda Berduka, Ayahanda Tercinta Tutup Usia di 58 Tahun
AIR MATA DEWI PERSSIK DI AKMIL! Pesan Haru saat Gegep Resmi Jadi Taruna: "Jangan Pernah Tinggalkan Salat!
Dorong Sanksi Sosial untuk Pelaku Bullying, DPR Usulkan Rekam Jejak Pelanggaran Ditampilkan Publik
InJourney Airports Dirikan Posko Udara untuk Salurkan Bantuan Bencana Aceh–Sumut–Sumbar
Putin Sampaikan Belasungkawa Mendalam untuk Korban Banjir Besar di Sumatra
Menkeu Purbaya Tegaskan Misi Utama: Jaga Pasar Domestik dan Gas Ekonomi Lebih Kencang
Kemkomdigi Kirim Perangkat Komunikasi Darurat agar Korban Banjir di Sumatra Tetap Terhubung