INSIBERNEWS - Posko trauma healing yang dibuka di Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara, menjadi tempat sementara bagi anak-anak untuk kembali beraktivitas setelah banjir besar melanda wilayah tersebut.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan kehadiran posko ini penting agar anak-anak tetap bisa bermain dan merasa aman di tengah situasi yang belum sepenuhnya pulih.
Baca Juga: Minta Maaf ke Bupati Tapsel, Kepala BNPB Minta Penanganan Bencana di Sumatera Makin Dipercepat
“Insyaallah kondisi sudah mulai membaik, tapi anak-anak belum bisa beraktivitas di rumah masing-masing. Mereka boleh bermain di sini,” ujar Meutya saat meninjau posko itu pada Senin malam, 1 Desember 2025.
Kunjungan Meutya tidak hanya sebatas meninjau fasilitas, tetapi juga mendengarkan cerita serta keluhan warga mengenai pengalaman mereka saat banjir terjadi. Ia turut menyerahkan bantuan sembako secara simbolis kepada masyarakat yang terdampak.
Kepala Desa Hamparan Perak, Muhammad Hilmi, menyampaikan bahwa posko trauma healing dari Kementerian Komunikasi dan Digital ini sangat membantu khususnya bagi anak-anak pengungsi.
Hilmi mengatakan mereka membutuhkan ruang bermain yang aman dan aktivitas yang bisa mengalihkan perhatian dari rasa takut setelah bencana.
Baca Juga: BRI Jadi Perusahaan dengan Tata Kelola Terbaik, Raih Penghargaan Indonesia Trusted Companies 2025
Menurut Hilmi, jumlah warga yang mengungsi di lingkungan Masjid Al-Hafiz mencapai 250 orang. Dari jumlah itu, 150 di antaranya adalah anak-anak yang hingga kini masih menempati lokasi pengungsian karena rumah mereka belum layak dihuni.
Aktivitas di dalam posko pun cukup beragam. Beberapa relawan mengajak anak-anak menggambar, bermain permainan sederhana, hingga bernyanyi bersama. Kegiatan ini dirancang agar anak-anak tidak terus-menerus memikirkan situasi pascabanjir yang menegangkan.
Selain untuk anak-anak, posko tersebut juga berfungsi sebagai ruang koordinasi bantuan bagi warga. Sejumlah petugas dari berbagai unsur tampak membantu pendataan kebutuhan dan memantau kondisi kesehatan pengungsi.
Baca Juga: Selain Logistik, Prabowo Pastikan BBM Jadi Bantuan Prioritas ke Lokasi Bencana di Sumatera
Meutya dalam kunjungannya menegaskan bahwa pemerintah akan terus berupaya memulihkan kondisi pascabanjir, termasuk memastikan layanan komunikasi di wilayah-wilayah terdampak tetap berfungsi agar warga mudah mengakses informasi.
Ia menambahkan bahwa kehadiran posko trauma healing menjadi salah satu langkah kecil namun penting untuk membantu warga, terutama anak-anak, kembali menemukan rasa aman setelah bencana yang mengganggu aktivitas harian mereka.***
Artikel Terkait
KUR Ekonomi Kreatif Berbasis KI Resmi Digelontorkan 2026, Pemerintah Siapkan Rp10 Triliun untuk Pelaku Kreatif
Muzakir Manaf Sebut Aceh Kehilangan 4 Kampung : Kejadian Ini Lebih Dahsyat Dari Tsunami
Semarak Hari Guru Nasional 2025, Wakil Ketua DPRD Banten Imron Rosadi Dorong Penguatan Ketahanan Moral
Tanggapan BNPB Soal Tiga Walikota Aceh Angkat Tangan Tak Mampu Atasi Bencana Lonsor
Surat Bupati Aceh Tengah Viral, Pemda Akui Tak Mampu Tangani Bencana
Prabowo Cek Bencana di Tapanuli Tengah, Tegaskan Pentingnya Solidaritas Nasional
Selain Logistik, Prabowo Pastikan BBM Jadi Bantuan Prioritas ke Lokasi Bencana di Sumatera
Soroti Dampak Nyata Perubahan Iklim, Prabowo Tegaskan Pemerintah Harus Berfungsi Jaga Lingkungan
BRI Jadi Perusahaan dengan Tata Kelola Terbaik, Raih Penghargaan Indonesia Trusted Companies 2025
Minta Maaf ke Bupati Tapsel, Kepala BNPB Minta Penanganan Bencana di Sumatera Makin Dipercepat