Keluar Penjara Berkat Rehabilitasi Presiden, Ira Puspadewi Akui Hidupnya ‘Dibakar’ untuk Jadi Emas

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Minggu, 30 November 2025 | 10:04 WIB
Eks Dirut ASDP Ira Puspadewi berbagi cerita usai mendapat rehabilitasi dan bebas dari tahanan. (YouTube/ASDP Indonesia Ferry)
Eks Dirut ASDP Ira Puspadewi berbagi cerita usai mendapat rehabilitasi dan bebas dari tahanan. (YouTube/ASDP Indonesia Ferry)

INSIBERNEWS – Mantan Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Ira Puspadewi, akhirnya resmi keluar dari jeruji besi setelah hampir 10 bulan menjalani penahanan atas kasus dugaan korupsi yang menyeret namanya.

Keputusan rehabilitasi dari Presiden Prabowo Subianto membuatnya kembali menghirup udara bebas, sesuatu yang ia sebut sebagai “anugerah yang terasa belum nyata sepenuhnya.”

Baca Juga: Bencana Besar di Sumatera: Korban Jiwa Tembus 303 Orang, Akses Masih Terputus dan Cuaca Tak Bersahabat

Ira mengungkapkan bahwa langkah pertamanya sebagai orang bebas justru membangkitkan rasa syukur yang sederhana namun sangat dalam. Ia menceritakan bagaimana momen kecil di Lapangan Banteng tiba-tiba terasa berbeda.

“Saya tadi jalan-jalan di Lapangan Banteng seperti biasa. Ada musik zumba keras sekali, biasanya saya terganggu, tapi hari ini musik itu terasa indah sekali,” ujar Ira saat ditemui di Bekasi, Sabtu (29/11/2025).

“Ternyata selama ini saya kurang bersyukur. Hal-hal yang kita anggap biasa, kadang justru itu yang paling berharga,” tambahnya.

Baca Juga: BRI Mendukung UMKM Naik Kelas dengan Kolaborasi Bersama SOGO

Namun di balik kelegaan itu, Ira tak menutupi bahwa dirinya sempat mengalami masa-masa kelam selama diproses secara hukum. Ia mengaku sempat bertanya pada Tuhan atas ujian berat yang harus dijalaninya.

“Buat saya ada momen... saya mohon maaf sebagai manusia, saya sempat questioning ke Allah, ‘kenapa ya saya diginiin banget?’” ungkapnya terbuka.

Perasaan terpuruk itu berubah perlahan setelah ia membaca sebuah buku yang membahas akar kata “fitnah”.

“Fitnah itu akar katanya fatana, yang artinya seperti membakar emas untuk memurnikannya,” jelasnya.

“Jadi saya memahami mungkin Allah sedang membakar saya dengan rasa sakit ini supaya saya bisa menjadi emas yang lebih murni.”

Baca Juga: Pengamat Politik Ray Rangkuti Soroti Manuver Kapolri Bentuk Tim Reformasi Internal: ‘Kenapa Baru Sekarang?’

Momen paling sunyi sekaligus paling spiritual bagi Ira justru datang saat ia ditempatkan di ruang isolasi. Sendirian di ruangan gelap berukuran 3x3 meter tanpa jendela, ia mengaku hanya bisa bergantung pada doa dan percakapan batin.

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X