Meta Siap Terjun ke Bisnis Perdagangan Listrik demi Kejar Kebutuhan Energi Pusat Data

Photo Author
- Senin, 24 November 2025 | 10:50 WIB
Logo Meta (Foto : Istimewa)
Logo Meta (Foto : Istimewa)

INSIBERNEWS - Meta dilaporkan tengah bersiap masuk ke industri perdagangan listrik sebagai strategi baru untuk memastikan kebutuhan energi pusat datanya terpenuhi, terutama di tengah ekspansi besar-besaran terkait teknologi kecerdasan buatan (AI).

Rencana ini terungkap melalui laporan Bloomberg yang dikutip TechCrunch pada Sabtu (22/11), dan disebut menjadi langkah tak biasa bagi perusahaan teknologi.

Meta dan Microsoft diketahui telah mengajukan permohonan persetujuan di tingkat federal agar dapat memperdagangkan listrik layaknya pelaku industri energi.

Baca Juga: Tips Cerdas Atur Uang Biar Liburan Akhir Tahun Tetap Seru Tanpa Boncos

Dengan menjadi bagian dari rantai perdagangan listrik, Meta berharap bisa melakukan kontrak jangka panjang dengan pembangkit baru sekaligus memiliki fleksibilitas untuk menjual kembali kelebihan daya ke pasar.

Kepala Energi Global Meta, Urvi Parekh, mengatakan kepada Bloomberg bahwa minat perusahaan teknologi untuk terlibat langsung dalam bisnis energi semakin penting bagi para pengembang pembangkit.

“Para pengembang ingin tahu apakah konsumen besar seperti kami bersedia terjun langsung dalam skema jangka panjang,” ujar Parekh.

Baca Juga: ChatGPT Hadirkan Fitur Obrolan Grup, Pengguna Kini Bisa Diskusi Bareng dalam Satu Ruang Percakapan

Permintaan energi raksasa teknologi memang melonjak seiring kebutuhan komputasi untuk pusat data yang kian besar. Dalam kasus Meta, ekspansi fasilitas data — terutama untuk mendukung layanan berbasis AI — membuat kebutuhan listrik meningkat drastis dalam beberapa tahun terakhir.

Bloomberg mencontohkan, setidaknya tiga pembangkit listrik bertenaga gas baru harus dibangun hanya untuk menopang pusat data Meta di Louisiana, Amerika Serikat. Hal ini menggambarkan betapa masifnya energi yang dibutuhkan satu fasilitas teknologi modern.

Sebagai bagian dari upaya pemenuhan energi bersih, Meta juga telah menandatangani tiga kontrak baru untuk pembelian listrik tenaga surya hingga 1 gigawatt.

Baca Juga: Google Tegaskan Tidak Gunakan Isi Gmail untuk Latih AI, Bantah Tuduhan Viral di Media Sosial

Langkah itu disebut menjadi bagian penting dari strategi perusahaan untuk mengombinasikan kestabilan pasokan dan komitmen energi terbarukan.

Tak hanya itu, Meta sebelumnya juga mengamankan kesepakatan pembelian 600 megawatt listrik dari proyek pembangkit surya skala besar di dekat Lubbock, Texas.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X