INSIBERNEWS - Gelombang informasi simpang siur kembali ramai di media sosial setelah beredar unggahan yang menuding Google memanfaatkan isi pesan serta lampiran di Gmail untuk melatih sistem kecerdasan buatannya. Salah satu artikel yang menyebar luas berasal dari Malwarebytes, yang mengklaim Google telah mengubah kebijakan privasinya agar bisa memanen data pengguna dari Gmail.
Dalam unggahan yang menjadi viral itu disebutkan bahwa satu-satunya cara untuk mencegah Google menggunakan data Gmail untuk melatih AI adalah dengan mematikan “fitur pintar”, termasuk pemeriksa ejaan. Klaim tersebut kontan menimbulkan kekhawatiran banyak pengguna yang merasa privasinya terancam.
Baca Juga: TERUNGKAP! Pelaku Penculikan Alvaro Kiano Ternyata Ayah Tiri, Polisi Masih Selidiki Motifnya
Namun pihak Google menepis keras tuduhan itu.
Juru bicara Google, Jenny Thomson, menyebut narasi yang beredar tersebut salah kaprah dan menyesatkan.
“Informasi yang beredar tidak akurat,” ujar Jenny, menegaskan bahwa tidak ada kebijakan baru yang membuat Google mengambil isi email untuk pelatihan model AI.
Google menjelaskan bahwa yang diperbarui pada Januari lalu hanyalah pengaturan personalisasi untuk fitur pintar Gmail. Pembaruan itu memungkinkan pengguna mematikan fitur Workspace atau layanan lain seperti Maps dan Wallet secara terpisah, memberi kontrol yang lebih detail kepada pengguna.
Baca Juga: Kabar Duka, Mantan Kiper Timnas Indonesia Ronny Pasla Tutup Usia di Usia 79 Tahun
Fitur pintar yang dimaksud mencakup berbagai fungsi yang memudahkan aktivitas sehari-hari, seperti pengecekan ejaan, pelacakan paket, hingga otomatis menambahkan jadwal penerbangan ke dalam kalender.
Google menyebut fitur ini memang membutuhkan pemrosesan data, namun hanya untuk memberikan layanan langsung kepada pengguna—bukan untuk melatih model AI.
Dalam halaman pengaturan Workspace, memang terdapat penjelasan bahwa pengguna yang mengaktifkan fitur personalisasi setuju memberikan izin bagi Google untuk menggunakan konten dan aktivitas mereka guna meningkatkan pengalaman aplikasi. Namun penjelasan itu tidak sama dengan memberikan akses untuk melatih model AI generatif.
Baca Juga: Timur Kapadze Akui Dikontak PSSI, Fix Bakal jadi Pelatih Baru Timnas Indonesia?
Google secara tegas menyatakan bahwa isi email, dokumen, atau file pribadi pengguna tidak diproses sebagai bahan pelatihan untuk model kecerdasan buatan perusahaan.
Perusahaan juga menegaskan komitmennya untuk menjaga kepercayaan pengguna, terutama terkait privasi dan keamanan data, sambil mengingatkan publik agar berhati-hati terhadap informasi menyesatkan yang tidak disertai bukti jelas.
Artikel Terkait
DRAMA BARU INARA RUSLI: Dianggap Pelakor, Klaim Bisnis Murni Ambruk Usai Ajakan Nikah Insanul Fahmi Terbongkar
Sekolah akan Dimulai Besok Senin Meski Gunung Semeru Masih Berstatus Tanggap Darurat
Gubernur Bali Wayan Koster Minta Lift Kaca di Tebing Pantai Kelingking Dibongkar
Hanya 1 dari 14 Spesies di Indonesia! Berikut Serba-serbi Rafflesia hasseltii yang Ditemukan dalam Hutan Belantara Sumbar
Singgung soal Fufufafa hingga Ijazah SMA, Roy Suryo Sebut Buku Gibran’s Black Paper Hampir Siap Rilis
Hilang Sejak Maret 2025, Alvaro Kiano Ditemukan Tak Bernyawa di Pesanggrahan
Angkat Suara Isu Perselingkuhan, Wardatina Beberkan Sifat Asli Suaminya Selama Berumah Tangga
Kabar Duka, Mantan Kiper Timnas Indonesia Ronny Pasla Tutup Usia di Usia 79 Tahun
Laporkan Suami ke Polisi, Begini Sosok Insanul Fahmi yang Diduga Selingkuh dengan Inara Rusli
TERUNGKAP! Pelaku Penculikan Alvaro Kiano Ternyata Ayah Tiri, Polisi Masih Selidiki Motifnya