Mahasiswi di Bantul Nekat Menyamar Jadi Dokter, Tipu Korban hingga Rugi Rp500 Juta

Photo Author
- Kamis, 18 September 2025 | 16:55 WIB
Ilustrasi Dokter (Foto : Anadolu Ajansi)
Ilustrasi Dokter (Foto : Anadolu Ajansi)

INSIBERNEWS - Kasus penipuan dengan modus penyamaran kembali menghebohkan warga Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Seorang perempuan berinisial FE (26), yang diketahui masih berstatus mahasiswa, diduga nekat berpura-pura menjadi dokter dan menipu seorang korban dengan total kerugian mencapai lebih dari Rp500 juta.

Peristiwa ini bermula pada Juni 2024 lalu ketika korban, J, tengah mencari pengobatan alternatif untuk anaknya. Dari informasi yang didapat, saudara korban berinisial M merekomendasikan sebuah tempat terapi di Kecamatan Sedayu, Bantul, yang saat itu disebut-sebut dikelola oleh seorang dokter bernama FE.

Baca Juga: Bella Hadid Bikin Fans Cemas, Tampil di RS dengan Infus dan Alat Bantu Pernapasan, Sakit Apa?

Tak menaruh curiga, korban pun mendatangi tempat terapi tersebut dan mendaftarkan anaknya ke dalam program yang ditawarkan. Dalam tahap awal, J langsung diminta membayar sejumlah uang kepada FE.

“Setelah korban mendaftar dalam program terapi, korban membayar uang sebesar Rp15 juta,” ujar Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Achmad Mirza, kepada wartawan, Kamis (18/9).

Setelah pembayaran pertama itu, FE terus memanfaatkan kepercayaan korban. Dengan dalih biaya tambahan perawatan, obat, hingga program lanjutan, korban diminta mengeluarkan uang dalam jumlah besar secara bertahap. Tanpa sadar, total kerugian yang ditanggung korban membengkak hingga menembus setengah miliar rupiah.

Baca Juga: Kejagung Sita 7 Bidang Tanah Milik Eks Pejabat MA di Kasus TPPU

Polisi menyebut, FE memang cukup lihai memainkan peran seolah-olah dirinya adalah seorang tenaga medis profesional.

Ia memanfaatkan atribut, gaya bicara, serta ruang praktik yang dibuat seakan-akan layaknya tempat pengobatan sungguhan. Hal inilah yang membuat korban tidak menaruh kecurigaan sejak awal.

Namun seiring berjalannya waktu, korban mulai merasa ada kejanggalan. Hasil terapi yang dijanjikan tidak kunjung terlihat, sementara permintaan uang terus berdatangan. Akhirnya, korban melapor ke polisi setelah merasa ditipu mentah-mentah oleh pelaku.

Baca Juga: Erick Thohir Siapkan Peta Jalan Olahraga Nasional, Ajak Mantan Menpora Duduk Bareng

Kini, penyidik Satreskrim Polres Bantul tengah mendalami kasus tersebut. Polisi juga masih mengumpulkan bukti serta memeriksa saksi-saksi untuk memastikan berapa banyak orang yang kemungkinan juga telah menjadi korban penipuan dengan modus serupa.

“Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut. Kami tidak menutup kemungkinan ada korban lain yang mengalami hal sama. Karena itu kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada,” tegas Mirza.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X