INSIBERNEWS - Belakangan, muncul anggapan bahwa rasa lapar bisa membantu tubuh "memakan" sel-sel berbahaya, termasuk sel kanker. Klaim ini sering dikaitkan dengan praktik puasa atau gaya hidup yang menahan makan dalam durasi tertentu. Tapi, apakah hal ini benar-benar terbukti secara ilmiah atau hanya sekadar mitos yang dibesar-besarkan?
Baca Juga: WhatsApp Tinggalkan HP Jadul Mulai Juni 2025: Cek Daftar Ponsel yang Terdampak!
Dalam dunia medis, ada istilah yang dikenal sebagai autofagi. Ini adalah proses alami tubuh untuk membersihkan diri dari sel-sel rusak, termasuk protein atau komponen sel yang tidak lagi berfungsi.
Autofagi bisa diaktifkan ketika tubuh dalam kondisi "stress ringan", seperti saat berpuasa atau tidak makan selama beberapa jam. Proses ini membantu tubuh menjaga kesehatan sel dan jaringan.
Baca Juga: Jadi Pengingat! Ini 5 Hal yang Perlu Kamu Terapkan Setiap Hari agar Tak Tertular Covid-19 Lagi
Beberapa penelitian awal, termasuk yang dilakukan oleh peraih Nobel Yoshinori Ohsumi, menunjukkan bahwa autofagi memang punya potensi besar dalam mengurangi risiko berbagai penyakit, termasuk kanker.
Saat tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dalam jangka waktu tertentu, ia mulai "memakan" bagian-bagian sel yang rusak—yang bisa termasuk sel abnormal yang berpotensi berkembang jadi kanker.
Baca Juga: Benarkah Teh Hijau Bikin Langsing? Ini Fakta Ilmiahnya yang Jarang Diketahui!
Namun, penting diingat bahwa meski proses ini nyata dan terbukti secara ilmiah, tidak berarti rasa lapar secara langsung bisa "membunuh" kanker.
Autofagi lebih bersifat pencegahan atau pengendalian, bukan pengobatan utama. Selain itu, efeknya sangat tergantung pada durasi, pola makan, kondisi tubuh, dan faktor genetik seseorang.
Baca Juga: Turun Berat Badan dengan Ubi Cilembu? Begini Cara Aman dan Efektifnya!
Jadi, bisa disimpulkan bahwa rasa lapar atau puasa bisa memberi manfaat kesehatan melalui proses autofagi, yang membantu membersihkan sel-sel tak berguna atau berbahaya dalam tubuh.
Namun, ini bukan obat mujarab untuk semua penyakit, dan bukan pengganti pengobatan medis yang sudah terbukti seperti kemoterapi atau terapi target.
Baca Juga: Cacing Tanah Rebus untuk Tipes, Mitos atau Fakta? Yuk Cari Tahu!
Artikel Terkait
Tenang, Mom! Cara Ampuh Meredakan Batuk dan Pilek pada Bayi Newborn
Ini yang Terjadi Jika Kamu Minum Air Kelapa Setiap Hari Selama 7 Hari, Terakhir Bikin Kaget!
Kok Bisa! Kucing Memiliki Indra yang Tajam dan Refleks Cepat?
Jarang Ada Lantai 3 di Hotel? Ini Alasan di Baliknya yang Jarang Diketahui
Nah Loh! Ternyata 3 Buah Ini Lebih Baik Dimakan Setelah Dimasak, Bukan Langsung Dikunyah Mentah
Cacing Tanah Rebus untuk Tipes, Mitos atau Fakta? Yuk Cari Tahu!
Turun Berat Badan dengan Ubi Cilembu? Begini Cara Aman dan Efektifnya!
Benarkah Teh Hijau Bikin Langsing? Ini Fakta Ilmiahnya yang Jarang Diketahui!
Jadi Pengingat! Ini 5 Hal yang Perlu Kamu Terapkan Setiap Hari agar Tak Tertular Covid-19 Lagi
WhatsApp Tinggalkan HP Jadul Mulai Juni 2025: Cek Daftar Ponsel yang Terdampak!