Baca Juga: Kashmir dalam Api: Sejarah Panjang Konflik India dan Pakistan
Lalu, Mengapa Hiroshima dan Nagasaki
Hiroshima dipilih karena tidak pernah dibom sebelumnya dan menjadi pusat militer penting. Pada 6 Agustus 1945, bom “Little Boy” dijatuhkan di sana.
Nagasaki, yang awalnya bukan pilihan utama, menjadi target kedua pada 9 Agustus 1945, setelah Kokura tertutup awan dan asap.
Seandainya Kyoto dibom. Jika Kyoto benar-benar dibom, Sejarah Jepang akan sangat berbeda.
Kemungkinan besar, banyak situs budaya seperti Kuil Kiyomizu-dera, Kuil Fushimi Inari, dan Istana Kekaisaran Kyoto akan lenyap.
Tidak hanya korban jiwa meningkat, tetapi luka sejarah dan budaya akan jauh lebih dalam.
Baca Juga: Meneliti Jejak Hidup Bangsa Persia Kuno di Era Modern Negara Iran
Meskipun Hiroshima dan Nagasaki menjadi lambing penderitaan akibat senjata nuklir, kita tidak boleh melupakan bahwa Kyoto pernah berada di ambang kehancuran total.
Berkat suara dari seseorang yang memahami nilai budaya dan sejarah, kota itu terselamatkan dan hari ini, kita masih bisa menikmati warisan budaya Jepang yang tak ternilai harganya.
Artikel Terkait
Gen Z Jepang Tak Lagi Gila Kerja: Fenomena Quiet Quitting Jadi Bentuk Perlawanan Halus
Kampus Ternama Jepang Siap Tampung Mahasiswa Asing Korban Kebijakan Trump, Ini Kata Pemerintah Jepang
Jepang Larang Nama 'Kirakira' Asal-asalan, Orang Tua Diminta Ikut Aturan Bacaan Kanji
Ungkap Telah Selamatkan Khamenei Pemimpin Tertinggi Iran, Donald Trump: Saya Malah Dihujani Kebencian
Drama Serangan Nuklir dan Balasan Rudal: Ketegangan AS, Iran, dan Israel Berakhir Gencatan Senjata
Iran Larang Starlink, Pengguna Bisa Didenda hingga Dicambuk
Trump Ancam Tarif Mobil Jepang, Bilang Perdagangan Otomotif Tidak Adil
Meneliti Jejak Hidup Bangsa Persia Kuno di Era Modern Negara Iran
Taemin SHINee Dikecam Usai Beri Komentar Kontroversial Tentang Ramalan Gempa Jepang
Ari Lasso Sindir Musisi Baru yang Ribet soal Riders, Jangan Manja di Dunia Profesional!