Trump Ancam Tarif Mobil Jepang, Bilang Perdagangan Otomotif Tidak Adil

Photo Author
- Senin, 30 Juni 2025 | 20:26 WIB
Potret Presiden Amerika Serikat Donald Trump (foto: Istimewa)
Potret Presiden Amerika Serikat Donald Trump (foto: Istimewa)

INSIBERNEWS — Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan kritik tajam terhadap Jepang terkait ketimpangan perdagangan, khususnya dalam sektor otomotif.

Dalam wawancara dengan media lokal yang dirilis Senin (30/6), Trump menyebut hubungan dagang kedua negara tidak seimbang dan merugikan Amerika.

Baca Juga: Jangan Asal Pasang KB Hormonal saat Obesitas, Ini Risiko yang Perlu Kamu Tahu!

“Mereka tidak mau ambil mobil kita, tapi kita bawa jutaan mobil mereka ke AS. Itu jelas tidak adil,” ujar Trump dengan nada kesal.

Trump mengancam akan terus memberlakukan tarif tambahan sebesar 25 persen untuk setiap mobil yang diimpor dari Jepang. Langkah ini disebutnya sebagai bentuk tekanan agar Jepang membuka lebih banyak akses terhadap produk otomotif buatan Amerika.

Baca Juga: Awas! Terlalu Sering Makan Lontong Bungkus Plastik Bisa Picu Masalah Kesehatan Serius

Menurut laporan Jiji Press, Trump bahkan menyatakan siap mengirim surat resmi ke pemerintah Jepang untuk menyampaikan tuntutannya secara langsung.

“Tuan Jepang yang terhormat, intinya begini: Anda akan membayar tarif 25 persen untuk mobil Anda,” tegasnya.

Baca Juga: Iran Larang Starlink, Pengguna Bisa Didenda hingga Dicambuk

Tak hanya mobil, Trump juga menyinggung kemungkinan penerapan tarif hingga 24 persen untuk produk Jepang lainnya jika Negeri Sakura tersebut tidak melakukan perubahan dalam kebijakan dagangnya. Ia menilai defisit perdagangan yang terus berlangsung tidak bisa dibiarkan begitu saja.

Baca Juga: Baru Bebas, Nurhadi Kembali Diciduk KPK karena Kasus Pencucian Uang

Kritik semacam ini bukan pertama kalinya dilontarkan oleh Trump. Selama masa kepresidenannya—termasuk di periode sebelumnya—Trump memang dikenal gencar menerapkan kebijakan proteksionisme demi mengurangi defisit perdagangan Amerika, khususnya dengan negara-negara besar seperti Tiongkok, Meksiko, dan Jepang.

Baca Juga: Lewat Rapat Daring Malam Hari, Prabowo Rumuskan Arah Baru Ketahanan Nasional

Namun langkah-langkah keras ini menuai reaksi beragam. Sementara sebagian industri otomotif AS mendukung langkah itu, pelaku usaha lainnya khawatir akan dampak jangka panjangnya, termasuk potensi perang dagang yang bisa memengaruhi stabilitas ekonomi global. Jepang sendiri belum mengeluarkan tanggapan resmi atas ancaman tarif tersebut.

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X