INSIBERNEWS — Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan kritik tajam terhadap Jepang terkait ketimpangan perdagangan, khususnya dalam sektor otomotif.
Dalam wawancara dengan media lokal yang dirilis Senin (30/6), Trump menyebut hubungan dagang kedua negara tidak seimbang dan merugikan Amerika.
Baca Juga: Jangan Asal Pasang KB Hormonal saat Obesitas, Ini Risiko yang Perlu Kamu Tahu!
“Mereka tidak mau ambil mobil kita, tapi kita bawa jutaan mobil mereka ke AS. Itu jelas tidak adil,” ujar Trump dengan nada kesal.
Trump mengancam akan terus memberlakukan tarif tambahan sebesar 25 persen untuk setiap mobil yang diimpor dari Jepang. Langkah ini disebutnya sebagai bentuk tekanan agar Jepang membuka lebih banyak akses terhadap produk otomotif buatan Amerika.
Baca Juga: Awas! Terlalu Sering Makan Lontong Bungkus Plastik Bisa Picu Masalah Kesehatan Serius
Menurut laporan Jiji Press, Trump bahkan menyatakan siap mengirim surat resmi ke pemerintah Jepang untuk menyampaikan tuntutannya secara langsung.
“Tuan Jepang yang terhormat, intinya begini: Anda akan membayar tarif 25 persen untuk mobil Anda,” tegasnya.
Baca Juga: Iran Larang Starlink, Pengguna Bisa Didenda hingga Dicambuk
Tak hanya mobil, Trump juga menyinggung kemungkinan penerapan tarif hingga 24 persen untuk produk Jepang lainnya jika Negeri Sakura tersebut tidak melakukan perubahan dalam kebijakan dagangnya. Ia menilai defisit perdagangan yang terus berlangsung tidak bisa dibiarkan begitu saja.
Baca Juga: Baru Bebas, Nurhadi Kembali Diciduk KPK karena Kasus Pencucian Uang
Kritik semacam ini bukan pertama kalinya dilontarkan oleh Trump. Selama masa kepresidenannya—termasuk di periode sebelumnya—Trump memang dikenal gencar menerapkan kebijakan proteksionisme demi mengurangi defisit perdagangan Amerika, khususnya dengan negara-negara besar seperti Tiongkok, Meksiko, dan Jepang.
Baca Juga: Lewat Rapat Daring Malam Hari, Prabowo Rumuskan Arah Baru Ketahanan Nasional
Namun langkah-langkah keras ini menuai reaksi beragam. Sementara sebagian industri otomotif AS mendukung langkah itu, pelaku usaha lainnya khawatir akan dampak jangka panjangnya, termasuk potensi perang dagang yang bisa memengaruhi stabilitas ekonomi global. Jepang sendiri belum mengeluarkan tanggapan resmi atas ancaman tarif tersebut.
Artikel Terkait
Semakin Praktis, Melalui Fitur Loan On App di Super App BRImo Nasabah Kini Bisa Cairkan Limit Kartu Kredit ke Rekening Tabungan!
Jabatan Dubes Kosong di Negara Penting, Menlu Sugiono Akui Kecolongan dan Janjikan Perbaikan Cepat
Belum Usai Haji 2025, Arab Saudi Sudah Tancap Gas Siapkan Musim Haji 2026
Lewat Rapat Daring Malam Hari, Prabowo Rumuskan Arah Baru Ketahanan Nasional
DBD Merebak di Garut, Sudah 7 Nyawa Melayang dan Ratusan Kasus Terus Bertambah
Drama Serangan Nuklir dan Balasan Rudal: Ketegangan AS, Iran, dan Israel Berakhir Gencatan Senjata
Baru Bebas, Nurhadi Kembali Diciduk KPK karena Kasus Pencucian Uang
Iran Larang Starlink, Pengguna Bisa Didenda hingga Dicambuk
Awas! Terlalu Sering Makan Lontong Bungkus Plastik Bisa Picu Masalah Kesehatan Serius
Jangan Asal Pasang KB Hormonal saat Obesitas, Ini Risiko yang Perlu Kamu Tahu!