PBNU Gelar Doa untuk Negeri, Ajak Warga Bersatu Dampingi Korban Bencana Sumatra

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Sabtu, 27 Desember 2025 | 15:32 WIB
PBNU Gelar Doa Bersama untuk Korban Bencana Sumatra (Foto : istimewa)
PBNU Gelar Doa Bersama untuk Korban Bencana Sumatra (Foto : istimewa)

INSIBERNEWS - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama melalui PWNU DKI Jakarta menggelar Doa untuk Negeri bertajuk “Satu NU Satu Bangsa” di Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari, Jakarta. Kegiatan ini menjadi ajakan moral bagi masyarakat untuk bersatu dan bergotong royong membantu para penyintas bencana yang melanda berbagai daerah di Indonesia.

Doa bersama tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting NU, di antaranya Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar serta Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul yang juga merupakan pengurus PBNU.

Jajaran PWNU DKI Jakarta dan PCNU se-Jakarta turut memadati masjid untuk mengikuti rangkaian istighatsah dan zikir bersama.

Baca Juga: Tak Tinggalkan Hewan Peliharaan, Keluarga Korban Banjir Aceh Tamiang Ini Tuai Pujian

Acara ini digelar menjelang akhir tahun sebagai bentuk refleksi sekaligus ikhtiar batin menghadapi berbagai musibah yang terjadi sepanjang 2025. NU menilai bencana alam yang melanda sejumlah wilayah membutuhkan perhatian bersama, tidak hanya dari pemerintah, tetapi juga dari masyarakat luas.

Inisiator acara, Irfan Asy’ari Sudirman Wahid, menjelaskan bahwa doa bersama ini merupakan respons atas meningkatnya intensitas bencana di berbagai daerah, mulai dari Sumatera hingga Jawa, yang diperkirakan masih akan berlanjut seiring tantangan perubahan iklim.

“Istighatsah ini kami upayakan sebelum tahun berakhir, karena kita tahu bencana cukup banyak terjadi di Sumatera, di Jawa, dan ke depan tantangan iklim juga luar biasa,” ujar Irfan.

Baca Juga: Banding Ditolak Mahkamah Agung, Taeil Eks NCT Tetap Jalani Vonis 3,5 Tahun Penjara atas Kasus Pemerkosaan

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menumbuhkan kesiapsiagaan bersama, baik secara spiritual maupun sosial, dalam menghadapi berbagai kemungkinan ke depan. Menurutnya, doa harus berjalan seiring dengan aksi nyata di lapangan.

“Mudah-mudahan kita bisa lebih siap menghadapi ke depan. Presiden sudah melakukan langkah yang luar biasa, Kemensos juga. Kami sendiri bolak-balik ke Aceh dan Sumatera melihat langsung bahwa proses rehabilitasi itu nyata dan konkret,” lanjutnya.

Irfan menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, organisasi keagamaan, dan masyarakat sipil. Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk menyongsong masa depan dengan kebersamaan melalui doa, zikir, dan solidaritas sosial.

Baca Juga: Okupansi Tertekan, PHRI Sebut 2025 Jadi Tahun Paling Menantang bagi Hotel Nasional

Selain doa bersama, NU juga terus mendorong penguatan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana, mulai dari dukungan logistik hingga pendampingan pemulihan sosial. Kegiatan ini diharapkan menjadi pengingat bahwa persatuan dan kepedulian adalah kekuatan utama bangsa dalam menghadapi krisis.

Melalui Doa untuk Negeri ini, PBNU menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah umat, tidak hanya dalam aspek keagamaan, tetapi juga dalam upaya kemanusiaan dan kebangsaan.***

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X