INSIBERNEWS – Di balik nama sebuah unit riset militer Jepang bernama Unit 731, tersembunyi sejarah kelam yang nyaris tak terungkap.
Di fasilitas ini, ribuan manusia dijadikan kelinci percobaan hidup tanpa anestesi, tanpa belas kasihan, atas nama “ilmu pengetahuan”.
Eksperimen yang dilakukan bukan hanya kejam, tapi juga meninggalkan luka abadi bagi kemanusiaan.
Baca Juga: Fakta Mengejutkan tentang Kekaisaran Persia yang Jarang Diketahui
-
Lahirnya Laboratorium Kematian
Tahun 1936, di pinggiran kota Harbin, Manchuria (Tiongkok), Jepang mendirikan sebuah fasilitas militer rahasia dengan nama kode Unit 731.
Secara resmi, ini adalah unit penelitian epidemi dan sanitasi air untuk militer. Namun kenyataannya jauh lebih gelap.
Dipimpin oleh Letnan Jendral Shiro Ishii, seorang dokter militer ambisius, Unit 731 menjadi pusat eksperimen biologis dan kimia paling brutal dalam sejarah modern Asia.
Baca Juga: Anunnaki dan Sumeria: Misteri Dewa Langit dan Peradaban Pertama Manusia
-
Manusia sebagai Tikus Percobaan
Ribuan orang mayoritas warga Tiongkok, Korea, dan bahkan Rusia, ditangkap sebagai “Maruta” (istilah jepang untuk “kayu gelondongan”), alias objek uji coba hidup.
Didalam Laboratorium ini mereka merasakan kekejian yang luarbiasa, diantaranya:
- Mereka dibedah hdiup-hidup tanpa anestesi demi melihat fungsi organ secara langsung.
- Wabah Pes, Antraks, dan Kolera disengaja disuntikan ke tubuh manusia untuk melihat bagaimana penyakit menyebar.
- Para tahanan dibekukan hingga mati untuk meneliti hipotermia ekstrem.
- Ada juga uji coba senjata biologis, di mana tahanan dipaksa berdiri di medan uji lalu dihujani gas atau bom bakteri.
Tidak ada perlakuan manusiawi. Tidak ada harapan hidup. Tujuan mereka hanya satu, menghasilkan data medis demi kemenangan perang.
Baca Juga: Kashmir dalam Api: Sejarah Panjang Konflik India dan Pakistan
-
Skala Kekejaman yang Tidak Masuk Akal
Perkiraan jumlah korban masih menjadi misteri besar hingga hari ini. Angkanya berkisar dari 3.000 hingga 300.000 orang.
Mengapa taka da angka pasti? Karena Ketika Jepang kalah perang, semua dokumen penting dihancurkan, fasilitas dibakar, dan saksi dibunuh atau dibungkam.
Artikel Terkait
Pakistan Punya Harta Kekayaan Senilai Rp1.300 Triliun yang Ga Bakal Habis dalam 37 Tahun
Gen Z Jepang Tak Lagi Gila Kerja: Fenomena Quiet Quitting Jadi Bentuk Perlawanan Halus
Kampus Ternama Jepang Siap Tampung Mahasiswa Asing Korban Kebijakan Trump, Ini Kata Pemerintah Jepang
Jepang Larang Nama 'Kirakira' Asal-asalan, Orang Tua Diminta Ikut Aturan Bacaan Kanji
Serangan DDoS Terbesar Sepanjang Sejarah: 37,4 Terabyte dalam 45 Detik, Dunia Siber Dibikin Panik
Makna Filosofi dan Sejarah Malam Satu Suro Menurut Tradisi Jawa
7 Hal yang Menunjukkan Bahwa Cyrus Agung Itu Adalah Raja Dzulqarnain
Kashmir dalam Api: Sejarah Panjang Konflik India dan Pakistan