Peningkatan ini didorong oleh permintaan bijih nikel yang terus meningkat serta kenaikan kapasitas produksi dari smelter RKEF dan HPAL.
Di pasar saham, saham NCKL ditutup sedikit turun 0,55 persen menjadi Rp 910 pada hari yang sama.
Jumlah saham yang diperdagangkan mencapai 20,13 juta dengan nilai transaksi sekitar Rp 18,42 miliar.
Dalam sepekan, saham ini juga mengalami penurunan tipis 0,55 persen, dan secara year-to-date (YTD) sudah tergerus sebesar 9 persen.
Baca Juga: Dilantik Menjadi Wamen PPPA, Veronica Tan Didampingi Sosok Ganteng Ini!
Saat ini, kapitalisasi pasar NCKL mencapai Rp 57,42 triliun dengan rasio PER 10,23 dan PBVR 2,24.
Dengan berbagai dinamika yang terjadi di pasar nikel, tetap menarik untuk melihat bagaimana strategi yang akan diambil oleh Harita Nickel dan dampaknya terhadap industri secara keseluruhan.