Penemuan Cadangan Nikel Baru di Papua Nugini Tekan Harga Komoditas, Saham Harita Nickel Tetap Menjanjikan

Photo Author
- Selasa, 22 Oktober 2024 | 08:26 WIB
Penemuan Cadangan Nikel Baru di Papua Nugini Tekan Harga Komoditas, Saham Harita Nickel Tetap Menjanjikan.  (Photo : Emtrade.com)
Penemuan Cadangan Nikel Baru di Papua Nugini Tekan Harga Komoditas, Saham Harita Nickel Tetap Menjanjikan. (Photo : Emtrade.com)

INSIBERNEWS - Penemuan cadangan nikel baru di Papua Nugini telah memicu penurunan harga komoditas tersebut sekitar 2,7 persen, dengan harga rata-rata kini berada di kisaran USD 16.998 per ton.

Hasil survei lapangan mengungkapkan potensi suplai nikel yang signifikan, yakni mencapai 2,4 juta ton di kawasan tersebut.

Hal ini memicu kekhawatiran di kalangan pelaku pasar tentang peningkatan pasokan yang mungkin akan membanjiri pasar.

Baca Juga: Top Skor BRI Liga 1 2024-2025: Ada Privat dari Bali United dengan 5 Gol

Di sisi lain, harga batu bara yang mengalami penurunan juga berdampak pada menurunnya keuntungan industri baja.

Penurunan ini pada gilirannya turut mengurangi permintaan nikel, yang menjadi perhatian bagi investor dan analis pasar.

Menyikapi perkembangan ini, Samuel Sekuritas memutuskan untuk merevisi proyeksi harga nikel di akhir tahun 2024 menjadi sekitar USD 17.100 per ton.

Baca Juga: Menteri Perdagangan Dukung UMKM Indonesia Masuki Pasar Internasional

Angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya yang mencapai USD 17.220 per ton. 

Meski harga nikel diprediksi mengalami penurunan, saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk, yang dikenal dengan nama Harita Nickel (NCKL), tetap menjadi rekomendasi dari Samuel Sekuritas.

Mereka percaya bahwa saham NCKL memiliki potensi pertumbuhan yang solid, berkat ekspansi kapasitas produksi dan biaya produksi yang relatif rendah.

Baca Juga: OJK Cabut Izin Usaha Investree: Langkah Tegas di Tengah Masalah Gagal Bayar

“Kami optimis NCKL memiliki prospek yang cerah, dengan target harga di Rp 1.200 per saham,” ungkap laporan riset Samuel Sekuritas pada Senin, 21 Oktober 2024.

Harita Nickel mencatat laba bersih yang mengesankan pada semester pertama 2024, yakni sebesar Rp 1,8 triliun, yang menunjukkan kenaikan 80 persen dibandingkan dengan Rp 1 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X