Lebih jauh, Aisyah menolak anggapan yang menyudutkan petani sebagai biang keladi bencana. Ia menilai para petani justru berada di posisi paling rentan, dengan keterbatasan lahan dan pilihan ekonomi yang sempit.
“Petani sering dijadikan kambing hitam, padahal mereka juga korban,” ungkapnya.
Aisyah mencontohkan, di Desa Pasirlangu, rata-rata kepemilikan lahan petani hanya sekitar 0,3 hektar, bahkan tidak sedikit yang sama sekali tidak memiliki tanah. Kondisi tersebut membuat upaya bertahan hidup menjadi semakin berat di tengah tekanan lingkungan dan iklim yang kian ekstrem.
Baca Juga: Kemenkes Ingatkan Bahaya Penyalahgunaan Gas N2O Usai Kasus Kematian Lula Lahfah
Sementara itu, Aisyah mengungkapkan bahwa warga masih berjuang mencari korban yang hilang dan berusaha pulih dari duka mendalam. Ia berharap diskusi publik soal bencana tidak berhenti pada saling menyalahkan, melainkan mendorong solusi yang lebih adil dan berkelanjutan.***