Gempa Bumi di Jawa Barat Meningkat selama Mei 2026, BMKG imbau Warga Tetap Waspada

Photo Author
- Senin, 1 Juni 2026 | 16:57 WIB
Illustrasi Gempa Bumi (BMKG)
Illustrasi Gempa Bumi (BMKG)

INSIBERNEWS - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melalui Stasiun Geofisika Kelas I Bandung mencatat sebanyak 136 kejadian gempa bumi terjadi di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya selama Mei 2026.

Aktivitas seismik tersebut didominasi gempa berkekuatan kecil hingga menengah yang sebagian besar tidak menimbulkan kerusakan.

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung Edi Wibowo mengatakan magnitudo gempa yang tercatat selama periode tersebut bervariasi, mulai dari 0,8 magnitudo hingga yang terbesar mencapai 4,6 magnitudo.

Baca Juga: AWAS! Jangan Asal Beli Apartemen, ATR BPN Ingatkan Pentingnya Cek Status Hak Tanah sebelum Beli Propertinya

“Gempa terbesar yang tercatat selama Mei berkekuatan 4,6 magnitudo, sementara yang terkecil berada di angka 0,8 magnitudo,” ujar Edi di Bandung, Senin (1/6/2026).

Berdasarkan kedalamannya, mayoritas gempa yang terjadi merupakan gempa dangkal dengan pusat kurang dari 60 kilometer di bawah permukaan bumi.

BMKG mencatat terdapat 121 kejadian gempa dangkal dan 15 gempa dengan kedalaman menengah antara 60 hingga 300 kilometer.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Yakin Rupiah Bakal Bangkit dalam 2 Bulan, Pelemahan Dinilai Hanya Tekanan Sementara

Sementara dari lokasi pusat gempa atau hiposenter, sebanyak 65 gempa terjadi di wilayah laut dan 71 lainnya berpusat di daratan. Kondisi tersebut menunjukkan aktivitas sesar dan pergerakan lempeng di wilayah Jawa Barat masih cukup aktif dalam beberapa waktu terakhir.

Salah satu gempa yang paling dirasakan masyarakat terjadi pada 21 Mei 2026 dengan kekuatan 4,6 magnitudo yang berpusat di Pangandaran.

Guncangan gempa tersebut dirasakan hingga sejumlah wilayah lain seperti Garut, Ciamis, dan Tasikmalaya.

Baca Juga: Polda Metro Jaya Buka Posko Pengaduan Korban Umrah Hanania Group, Dirut Ditahan

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada terhadap potensi gempa bumi, mengingat Jawa Barat termasuk wilayah yang berada di jalur aktif pergerakan sesar dan subduksi lempeng.

Warga juga diminta terus memantau informasi resmi BMKG serta memahami langkah mitigasi bencana untuk mengurangi risiko saat terjadi gempa.***

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X