INSIBERNEWS - Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC mengklaim telah melancarkan serangan ke sebuah pangkalan militer milik Amerika Serikat yang berada di sekitar kawasan strategis Selat Hormuz.
Aksi tersebut disebut sebagai respons atas dugaan operasi militer Amerika terhadap fasilitas komunikasi di wilayah selatan Iran.
Laporan kantor berita Mehr pada Senin (1/6/2026) menyebut serangan dilakukan oleh unit Pasukan Dirgantara IRGC beberapa jam setelah Iran menuduh AS menyerang menara telekomunikasi di Pulau Sirik.
Baca Juga: Gempa Bumi di Jawa Barat Meningkat selama Mei 2026, BMKG imbau Warga Tetap Waspada
Kawasan tersebut berada di dekat jalur pelayaran penting dunia yang menjadi pusat distribusi energi internasional.
Dalam pernyataan resminya, IRGC mengklaim serangan berhasil mengenai sasaran yang telah ditentukan. Iran menyebut pangkalan yang ditargetkan mengalami kerusakan, meski hingga kini belum ada konfirmasi independen terkait dampak serangan maupun kemungkinan korban.
“Jika ada agresi lanjutan, respons berikutnya akan berbeda baik dari sisi skala maupun bentuknya,” demikian peringatan yang disampaikan IRGC.
Pemerintah Iran juga menilai meningkatnya tensi di kawasan merupakan dampak dari kebijakan dan aktivitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah.
Pernyataan tersebut semakin memperlihatkan memanasnya hubungan antara Washington dan Iran dalam beberapa hari terakhir.
Sampai saat ini, pihak Gedung Putih maupun militer AS belum memberikan tanggapan resmi terkait klaim serangan tersebut.
Baca Juga: HUT Jakarta Bawa Kabar Baik, Denda Pajak Kendaraan Resmi Dihapus Sementara
Namun perkembangan situasi di sekitar Selat Hormuz langsung menjadi perhatian dunia internasional karena kawasan itu merupakan salah satu jalur utama perdagangan minyak global.
Ketegangan terbaru ini terjadi setelah Iran sebelumnya mengaku berhasil menembak jatuh drone MQ-1 milik AS. Tidak lama setelah insiden itu, Amerika disebut melancarkan serangan terhadap fasilitas radar dan drone Iran. Eskalasi yang terus meningkat memunculkan kekhawatiran baru terhadap potensi konflik terbuka yang dapat memengaruhi stabilitas geopolitik dan ekonomi global.***
Artikel Terkait
Harga Minyak Dunia Melemah Meski Sempat Menguat, Negosiasi AS-Iran Jadi Sorotan Pasar
Sinyal Damai Menguat, AS dan Iran Disebut Segera Rampungkan Kesepakatan
Iran Siap Akhiri Perang Timur Tengah dan Desak AS Tunjukkan Itikad Perdamaian
Iran Tuding AS Langgar Gencatan Senjata, Pangkalan Amerika di Kuwait Diklaim Jadi Sasaran
Ucapan Trump soal Iran Jadi Sorotan, Singgung Campur Tangan AS di Timur Tengah