Iran Klaim Hantam Basis Pangkalan Militer AS di Pulau Sirik, Situasi di Selat Hormuz Makin Tegang

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Senin, 1 Juni 2026 | 17:04 WIB
Trump Lanjutkan Blokade, Iran Tak Tinggal Diam Siapkan Balasan Tak Terduga (Istimewa)
Trump Lanjutkan Blokade, Iran Tak Tinggal Diam Siapkan Balasan Tak Terduga (Istimewa)

INSIBERNEWS - Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC mengklaim telah melancarkan serangan ke sebuah pangkalan militer milik Amerika Serikat yang berada di sekitar kawasan strategis Selat Hormuz.

Aksi tersebut disebut sebagai respons atas dugaan operasi militer Amerika terhadap fasilitas komunikasi di wilayah selatan Iran.

Laporan kantor berita Mehr pada Senin (1/6/2026) menyebut serangan dilakukan oleh unit Pasukan Dirgantara IRGC beberapa jam setelah Iran menuduh AS menyerang menara telekomunikasi di Pulau Sirik.

Baca Juga: Gempa Bumi di Jawa Barat Meningkat selama Mei 2026, BMKG imbau Warga Tetap Waspada

Kawasan tersebut berada di dekat jalur pelayaran penting dunia yang menjadi pusat distribusi energi internasional.

Dalam pernyataan resminya, IRGC mengklaim serangan berhasil mengenai sasaran yang telah ditentukan. Iran menyebut pangkalan yang ditargetkan mengalami kerusakan, meski hingga kini belum ada konfirmasi independen terkait dampak serangan maupun kemungkinan korban.

“Jika ada agresi lanjutan, respons berikutnya akan berbeda baik dari sisi skala maupun bentuknya,” demikian peringatan yang disampaikan IRGC.

Baca Juga: AWAS! Jangan Asal Beli Apartemen, ATR BPN Ingatkan Pentingnya Cek Status Hak Tanah sebelum Beli Propertinya

Pemerintah Iran juga menilai meningkatnya tensi di kawasan merupakan dampak dari kebijakan dan aktivitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah.

Pernyataan tersebut semakin memperlihatkan memanasnya hubungan antara Washington dan Iran dalam beberapa hari terakhir.

Sampai saat ini, pihak Gedung Putih maupun militer AS belum memberikan tanggapan resmi terkait klaim serangan tersebut.

Baca Juga: HUT Jakarta Bawa Kabar Baik, Denda Pajak Kendaraan Resmi Dihapus Sementara

Namun perkembangan situasi di sekitar Selat Hormuz langsung menjadi perhatian dunia internasional karena kawasan itu merupakan salah satu jalur utama perdagangan minyak global.

Ketegangan terbaru ini terjadi setelah Iran sebelumnya mengaku berhasil menembak jatuh drone MQ-1 milik AS. Tidak lama setelah insiden itu, Amerika disebut melancarkan serangan terhadap fasilitas radar dan drone Iran. Eskalasi yang terus meningkat memunculkan kekhawatiran baru terhadap potensi konflik terbuka yang dapat memengaruhi stabilitas geopolitik dan ekonomi global.***

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X