“Bukan kami tidak mau, tapi hati kecil kita berbicara, untuk apa kita rakus,” ucapnya dengan nada tulus.
Ucapan sederhana itu menyentuh banyak orang dan menjadi pengingat bahwa bencana seharusnya memperkuat rasa persaudaraan, bukan memicu egoisme.
Teladan di Tengah Bencana Banjir Aceh
Tindakan ketua posko pengungsian ini menjadi bukti nyata bahwa nilai kemanusiaan masih hidup kuat di tengah masyarakat Aceh. Di saat musibah banjir menimbulkan penderitaan, empati, kejujuran, dan kepedulian justru tampil sebagai kekuatan yang menyatukan.
Kisah ini bukan hanya tentang penyaluran bantuan, tetapi juga tentang hati nurani, solidaritas, dan pelajaran berharga bahwa membantu sesama tidak selalu berarti menerima lebih banyak, melainkan rela berbagi demi kebaikan bersama.