Aplikasi Ilegal Diduga Jadi Senjata Matel Rampas Kendaraan, Perwira Polisi Minta Komdigi Turun Tangan

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Selasa, 16 Desember 2025 | 12:49 WIB
Menyoroti penuturan perwira polisi, Manang Soebeti terkait aplikasi ilegal yang diduga jadi andalan matel curi data debitur kendaraan. (Instagram.com/@manangsoebeti_official)
Menyoroti penuturan perwira polisi, Manang Soebeti terkait aplikasi ilegal yang diduga jadi andalan matel curi data debitur kendaraan. (Instagram.com/@manangsoebeti_official)

INSIBERNEWS - Linimasa media sosial belakangan ini kembali dipenuhi cerita warga yang mengaku kendaraannya dirampas di jalan oleh oknum debt collector atau yang dikenal sebagai mata elang (matel).

Aksi tersebut kerap terjadi secara tiba-tiba saat korban tengah berkendara, dan tak jarang berujung adu mulut hingga ketegangan di ruang publik.

Fenomena ini mendapat sorotan serius dari perwira Polri, Kombes Pol Manang Soebeti. Sosok yang akrab disapa “Pak Bray” itu mengungkap dugaan adanya aplikasi ilegal yang digunakan matel sebagai alat untuk melacak dan memburu debitur kendaraan di jalanan.

Baca Juga: Diam-diam Jadi Ladang Ganja, Rumah Kontrakan di Jombang Digerebek Polisi, 110 Tanaman Disita

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @manangsoebeti_official, Selasa (16/12/2025), Manang secara terbuka mempertanyakan peran dan pengawasan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terhadap aplikasi-aplikasi tersebut.

“Halo Kemkomdigi, siapa yang sebenarnya berwenang mengontrol aplikasi seperti ini? Apakah aplikasi ini legal atau justru ilegal?” tulis Manang dalam keterangan unggahannya.

Ia menilai keberadaan aplikasi semacam itu sangat mengkhawatirkan, terutama karena memuat data sensitif milik debitur kendaraan. Menurutnya, jika data pribadi dapat diakses secara bebas, potensi penyalahgunaan akan semakin besar.

Baca Juga: Gudang di Bali Dibongkar, Jejak Impor Ilegal Pakaian Bekas Bernilai Ratusan Miliar Terkuak

“Sangat berbahaya. Data debitur kendaraan ada di sana semua,” lanjut Manang, menegaskan risikonya bagi masyarakat.

Dalam video yang diunggah bersamaan, Manang membeberkan beberapa nama aplikasi yang diduga sering dipakai oleh matel. Aplikasi tersebut disebut bisa diunduh secara terbuka dan bahkan diperjualbelikan di platform digital.

“Gawat ternyata. Ada aplikasi matel yang bisa diunduh secara bebas dan berbayar oleh siapa pun,” ujar Manang dalam video tersebut.

Beberapa aplikasi yang ditunjukkan antara lain bertajuk Data Matel R2 Lengkap hingga Super Matel Aplikasi R4. Aplikasi-aplikasi itu disebut berisi data kendaraan roda dua dan roda empat yang mengalami tunggakan cicilan akibat wanprestasi atau gagal bayar.

Baca Juga: Tega! Ayah Kandung di Ciputat Aniaya Bayi 6 Bulan hingga Tewas Karena Tak Berhenti Nangis

Manang menduga kuat aplikasi tersebut menjadi alat utama matel jalanan untuk mencari target. Data yang diperoleh kemudian digunakan sebagai dasar untuk melakukan pengejaran langsung di jalan raya.

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X