Baca Juga: Waduh! 80 Ton Bantuan Banjir Dikabarkan Hilang, Gubernur Aceh Ungkap Bakal Selidiki
Tantangan lain yang kini dihadapi pemerintah adalah kerusakan infrastruktur yang sangat masif. Lebih dari 157.000 rumah dilaporkan rusak akibat terjangan air dan longsoran material tanah.
Selain itu, ribuan fasilitas umum seperti jembatan, sekolah, fasilitas kesehatan, hingga tempat ibadah turut terdampak parah, sebagian di antaranya ambruk atau tak bisa digunakan.
Pemerintah daerah di wilayah terdampak, termasuk Sumatera Utara, telah memperpanjang status tanggap darurat demi memastikan seluruh proses evakuasi dan distribusi bantuan dapat dilakukan tanpa hambatan administratif. Langkah ini sekaligus memungkinkan pengerahan personel tambahan untuk mempercepat pencarian korban.
Meski cuaca beberapa hari terakhir cenderung membaik, BNPB tetap mengingatkan potensi hujan intensitas sedang hingga tinggi masih dapat terjadi, dan itu bisa memperlambat kerja tim di lapangan. Warga di wilayah rawan juga diminta tetap waspada terhadap ancaman banjir susulan dan longsor lanjutan.
Di tengah angka korban yang masih terus bertambah dan proses pencarian yang belum tuntas, harapan terbesar saat ini adalah cuaca yang bersahabat dan dukungan logistik yang memadai agar seluruh proses penanganan bisa berjalan lebih cepat.
Bencana ini meninggalkan jejak kesedihan mendalam, namun juga menunjukkan kekuatan solidaritas di berbagai daerah yang turut mengirimkan bantuan.***