BGN Sampaikan Duka dan Janji Perketat SOP Usai Mobil MBG Tabrak Siswa di Kalibaru

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Kamis, 11 Desember 2025 | 20:15 WIB
Kepala BGN, Dadan Hindayana. (Istimewa )
Kepala BGN, Dadan Hindayana. (Istimewa )

INSIBERNEWS - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas kecelakaan mobil pengangkut Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menabrak siswa dan guru di SDN 01 Kalibaru, Jakarta Utara.

Insiden yang terjadi pada Kamis pagi itu menjadi perhatian serius BGN karena melibatkan program yang sehari-hari bersentuhan dengan anak-anak.

Dadan menegaskan bahwa lembaganya mendukung penuh proses penyelidikan yang sedang dilakukan kepolisian, termasuk dalam pengumpulan data dan pemenuhan berbagai kebutuhan pemeriksaan. Ia menekankan bahwa transparansi menjadi kunci agar penyebab kecelakaan dapat dipastikan dan langkah pencegahan dapat diambil secara tepat.

Baca Juga: Harga Perak Meroket, Tumbuh Lebih Cepat dari Emas dan Catat Rekor Sepanjang Masa

“BGN akan bekerja sama sepenuhnya dengan pihak kepolisian untuk mengungkap kronologi dan memastikan penanganan kasus ini dilakukan dengan profesional,” ujarnya.

Sebagai respons awal, BGN telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional MBG. Pemeriksaan internal mencakup pengecekan ulang prosedur distribusi makanan, evaluasi koordinasi di lapangan, hingga peninjauan aspek kelayakan kendaraan dan kualifikasi pengemudi yang bertugas.

Menurut BGN, program MBG memiliki alur kerja yang ketat. Namun insiden di Kalibaru menjadi pengingat bahwa standar keselamatan perlu ditinjau kembali dan diperkuat pada berbagai titik. Evaluasi dilakukan bukan hanya pada sekolah lokasi kejadian, tetapi juga pada wilayah distribusi di seluruh Jakarta.

Baca Juga: Kantor PSY Digeledah Polisi, Kasus Dugaan Obat Tidur Ilegal Makin Jadi Buah Bibir di Korsel

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik, Nanik Sudaryati Deyang, mengatakan bahwa fokus utama lembaganya saat ini adalah kondisi para korban. Ia memastikan BGN berkoordinasi dengan pihak sekolah, keluarga, serta pemerintah daerah terkait penanganan medis dan dukungan lanjutan.

“Kami mengutamakan keselamatan anak-anak. Standar pengawasan akan diperketat, termasuk verifikasi identitas dan kelayakan sopir sebelum bertugas, serta disiplin dalam menjalankan SOP,” kata Nanik.

Ia menambahkan bahwa BGN juga tengah menyiapkan pedoman keselamatan tambahan yang akan diberlakukan untuk seluruh wilayah distribusi. Pedoman ini mencakup pelatihan ulang untuk sopir, audit teknis kendaraan secara berkala, dan sistem pelaporan insiden yang lebih cepat.

Baca Juga: IFG Tegaskan Transparansi Informasi sebagai Pelayanan Publik dan Pilar Penguatan Reputasi Perusahaan

Insiden ini menjadi perhatian publik karena program MBG merupakan salah satu program pemerintah yang sangat bergantung pada aktivitas distribusi harian. Kecelakaan kecil dalam operasional dapat berdampak langsung kepada siswa, sehingga aspek keselamatan dinilai amat krusial.

BGN menegaskan bahwa evaluasi tidak berhenti pada prosedur, tetapi juga menyentuh aspek manajerial dan kultur kerja. Lembaga itu berjanji memastikan setiap petugas lapangan memahami risiko dan tanggung jawab mereka saat bertugas membawa makanan untuk ribuan siswa.

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X