Salah satunya adalah Polres Jakarta Timur yang mengalami kerusakan cukup parah, sementara pos polisi di berbagai titik juga dilaporkan dibakar.
Bahkan, Mako Brimob Polda Metro Jaya berulang kali menjadi sasaran serangan massa.
Baca Juga: Presiden Prabowo Tegaskan Pemerintah Buka Jalur Dialog untuk Aspirasi Publik
Situasi tersebut membuat Polri meningkatkan kewaspadaan dan mempertebal pengamanan di markas-markas strategis.
Aparat juga terus melakukan patroli untuk mencegah aksi susulan yang berpotensi mengganggu keamanan publik.
Meski demikian, Kapolri dan jajaran tetap mengingatkan bahwa kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum dijamin undang-undang.
Namun, kebebasan itu tidak boleh berubah menjadi aksi anarkis yang merusak fasilitas umum dan menyerang aparat penegak hukum.
Baca Juga: Fakta Terbaru Penyerangan Rumah Sri Mulyani: Dari Mana Asal Massa?
Dalam pesannya, Kapolri menegaskan pentingnya menjaga persatuan di tengah dinamika yang terjadi.
Ia meminta masyarakat untuk tetap menyalurkan aspirasi dengan damai, tanpa tindakan perusakan.
“Mari bersama-sama kita jaga kesatuan bangsa ini. Polisi akan selalu ada untuk rakyat, tapi negara tidak boleh kalah dengan perusuh,” pungkasnya.