Salah satunya adalah Polres Jakarta Timur yang mengalami kerusakan cukup parah, sementara pos polisi di berbagai titik juga dilaporkan dibakar.
Bahkan, Mako Brimob Polda Metro Jaya berulang kali menjadi sasaran serangan massa.
Baca Juga: Presiden Prabowo Tegaskan Pemerintah Buka Jalur Dialog untuk Aspirasi Publik
Situasi tersebut membuat Polri meningkatkan kewaspadaan dan mempertebal pengamanan di markas-markas strategis.
Aparat juga terus melakukan patroli untuk mencegah aksi susulan yang berpotensi mengganggu keamanan publik.
Meski demikian, Kapolri dan jajaran tetap mengingatkan bahwa kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum dijamin undang-undang.
Namun, kebebasan itu tidak boleh berubah menjadi aksi anarkis yang merusak fasilitas umum dan menyerang aparat penegak hukum.
Baca Juga: Fakta Terbaru Penyerangan Rumah Sri Mulyani: Dari Mana Asal Massa?
Dalam pesannya, Kapolri menegaskan pentingnya menjaga persatuan di tengah dinamika yang terjadi.
Ia meminta masyarakat untuk tetap menyalurkan aspirasi dengan damai, tanpa tindakan perusakan.
“Mari bersama-sama kita jaga kesatuan bangsa ini. Polisi akan selalu ada untuk rakyat, tapi negara tidak boleh kalah dengan perusuh,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Kritik Publik dan Tuntutan IMM, Bella Shofie Akhirnya Mundur dari DPRD Buru
China Luncurkan 'AI Plus' untuk Dorong Ekonomi Cerdas Menuju 2035
Fakta Terbaru Penyerangan Rumah Sri Mulyani: Dari Mana Asal Massa?
Waspada! Ternyata Banyak Pemalsuan Produk Otomotif selain Oli, Apa Saja?
Calvin Verdonk Resmi Bergabung dengan Lille, Wajah Baru Timnas di Liga Prancis
MKD Desak Parpol Copot Anggota DPR yang Kontroversial Bikin Gaduh, NasDem Jadi Pelopor
Presiden Prabowo Tegaskan Pemerintah Buka Jalur Dialog untuk Aspirasi Publik
500 Warga Pati Berangkat ke Jakarta Demo KPK : Donasi Rakyat Rp187 Juta Dukung Aksi Damai
Parpol Kompak Dukung Penghapusan Tunjangan DPR, Respons Kemarahan Publik
Kematian Affan Gegerkan Publik: Prabowo Perintahkan Usut Tuntas 7 Brimob