Kapolri Tegaskan Mako Polri Haram Diserang: Instruksi Tembak Peluru Karet untuk Massa yang Paksa Terobos

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Minggu, 31 Agustus 2025 | 19:21 WIB
Kapolri Tegaskan Serangan ke Markas Polisi Sama dengan Mengguncang Negara (Photo : Getty Images)
Kapolri Tegaskan Serangan ke Markas Polisi Sama dengan Mengguncang Negara (Photo : Getty Images)

INSIBERNEWS – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan perintah tegas kepada seluruh jajaran kepolisian di tengah meningkatnya gelombang kericuhan dan penyerangan terhadap kantor polisi.

Dalam sebuah arahan lewat video conference, Listyo menekankan bahwa markas kepolisian tidak boleh menjadi sasaran serangan, dan aparat di lapangan diminta untuk tidak ragu mengambil tindakan.

Dalam video yang beredar, Kapolri tampak didampingi Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo dan Irwasum Komjen Wahyu Widada.

Ia menegaskan, jika ada pihak yang nekat menerobos masuk ke markas atau asrama polisi, anggota wajib bertindak dengan aturan yang berlaku.

“Haram hukumnya mako diserang. Kalau sampai mereka masuk, tembak dulu dengan peluru karet. Bidik kakinya, jangan ragu,” ujar Listyo.

 Baca Juga: Kematian Affan Gegerkan Publik: Prabowo Perintahkan Usut Tuntas 7 Brimob

Arahan ini, lanjut Kapolri, merupakan bentuk perlindungan terhadap institusi kepolisian sekaligus menjaga stabilitas negara.

Ia bahkan menegaskan siap menanggung konsekuensi jika ada pihak yang mempertanyakan kebijakan tersebut.

“Kalau ada yang menyalahkan, laporkan ke saya. Listyo Sigit siap dicopot,” ucapnya.

Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo, saat dikonfirmasi terpisah, mengamini pernyataan Kapolri.

 Baca Juga: Parpol Kompak Dukung Penghapusan Tunjangan DPR, Respons Kemarahan Publik

Menurutnya, perintah tersebut penting untuk memastikan ketegasan aparat dalam menghadapi massa perusuh.

“Kalau Polri runtuh, maka negara ikut runtuh. Karena itu, penyerang mako harus diberi tindakan tegas. Negara tidak boleh kalah oleh perusuh,” tegas Dedi.

Beberapa hari terakhir, situasi keamanan memang memanas. Sejumlah kantor polisi menjadi target penyerangan dan perusakan.

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X