Dedi menegaskan, program ini bukan militerisasi pelajar, tapi pembinaan dengan pendekatan psikologis dan fisik.
“Biar mereka jadi anak-anak yang punya mental kuat, tubuh bugar, dan bebas dari kebiasaan buruk yang makin meluas,” ucapnya.
Baca Juga: Menjadi PR yang Sangat Besar, Rosan Roeslani Ungkap Danantara Siap Kelola GBK
Dedi mengaku punya pengalaman pribadi mengelola ruang pembinaan serupa saat menjabat sebelumnya, dan hasilnya cukup positif. Ia pun berharap barak ini bisa menjadi solusi alternatif untuk menyelamatkan generasi muda yang mulai keluar jalur.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga akan bekerja sama dengan sekolah, orang tua, serta aparat keamanan dalam menyeleksi dan membina para siswa yang masuk ke program ini.
“Semua kita rangkul, karena ini soal masa depan anak-anak kita juga,” tutupnya.