Dedi menegaskan, program ini bukan militerisasi pelajar, tapi pembinaan dengan pendekatan psikologis dan fisik.
“Biar mereka jadi anak-anak yang punya mental kuat, tubuh bugar, dan bebas dari kebiasaan buruk yang makin meluas,” ucapnya.
Baca Juga: Menjadi PR yang Sangat Besar, Rosan Roeslani Ungkap Danantara Siap Kelola GBK
Dedi mengaku punya pengalaman pribadi mengelola ruang pembinaan serupa saat menjabat sebelumnya, dan hasilnya cukup positif. Ia pun berharap barak ini bisa menjadi solusi alternatif untuk menyelamatkan generasi muda yang mulai keluar jalur.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga akan bekerja sama dengan sekolah, orang tua, serta aparat keamanan dalam menyeleksi dan membina para siswa yang masuk ke program ini.
“Semua kita rangkul, karena ini soal masa depan anak-anak kita juga,” tutupnya.
Artikel Terkait
Bukan Cuma Aset BUMN, GBK Juga Bakal Diambil Alih Danantara
Masuk Dalam Naungan Danantara, Kawasan GBK Direncanakan Jadi Aset yang Produktif dan Bisa Menghasilkan
Menjadi PR yang Sangat Besar, Rosan Roeslani Ungkap Danantara Siap Kelola GBK
Usai Kasusnya Viral, Kelulusan Tersangka Perundungan dr Aulia Ditangguhkan, Menkes Budi: Itulah Indonesia
Perempuan Terjerat Pinjol, Puan Maharani Desak Negara Hadir Lindungi Kepala Keluarga
Gegara CEO Dibunuh, Google Habiskan Rp132 Miliar Demi Keamanan Sundar Pichai
Prabowo Ingin Warga Kota Punya Rumah Murah, Tanah Negara Siap Disulap Jadi Hunian
Penyebab dan Cara Menghilangkan Lidah Putih Pada Newborn Akibat Susu
Kuasa Hukum Hasto Kristiyanto Penuhi Panggilan Dewas KPK Terkait Dugaan Pelanggaran Etik
Bongkar Suap Hakim Kasus CPO, Kejagung Gelar Rekonstruksi Perkara Korupsi dan Obstruction of Justice