Bukan untuk Dihukum, Barak TNI-Polri Bakal Jadi Sekolah Disiplin untuk Siswa Nakal di Jabar

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Selasa, 29 April 2025 | 19:56 WIB
Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi.  (Instagram.com/@dedimulyadi71)
Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi. (Instagram.com/@dedimulyadi71)

INSIBERNEWS - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan rencana peluncuran program pembinaan khusus bagi siswa bermasalah yang akan dilakukan di barak milik TNI dan Polri.

Program ini akan mulai diterapkan secara bertahap mulai awal Mei 2025 dan ditujukan untuk membina para pelajar yang dinilai mengalami penyimpangan perilaku, seperti sering tawuran, bolos sekolah, atau kecanduan gim berlebihan.

Baca Juga: Bongkar Suap Hakim Kasus CPO, Kejagung Gelar Rekonstruksi Perkara Korupsi dan Obstruction of Justice

“Yang doyan tawuran, suka mabuk, main gim sampai larut malam, bahkan yang suka melawan orang tua—itu yang akan kita bina,” ujar Dedi usai rapat di Komisi II DPR, Selasa (29/4).

Baca Juga: Kuasa Hukum Hasto Kristiyanto Penuhi Panggilan Dewas KPK Terkait Dugaan Pelanggaran Etik

Menurut Dedi, para siswa ini tidak akan kehilangan akses pendidikan formal. Mereka tetap akan belajar sebagaimana siswa sekolah lain, namun proses belajarnya dilakukan di lingkungan barak dengan suasana yang lebih tertata dan disiplin.

“Kita siapkan ruang kelasnya, gurunya tetap dari sekolah asal mereka. Jadi bukan dipenjara, bukan juga hukuman. Ini pola pendidikan alternatif berbasis kedisiplinan,” jelasnya.

Ia menegaskan pendekatan ini bukan untuk menakut-nakuti, melainkan membentuk ulang kebiasaan yang dianggap menyimpang.

Baca Juga: Prabowo Ingin Warga Kota Punya Rumah Murah, Tanah Negara Siap Disulap Jadi Hunian

Setiap hari, siswa akan menjalani rutinitas yang ketat dan terstruktur. Kegiatan dimulai dari bangun pagi, membersihkan tempat tidur, menjaga kebersihan lingkungan, hingga sarapan bersama.

Setelah itu, mereka mengikuti pelajaran seperti biasa. Sore harinya, agenda diisi dengan kegiatan fisik seperti olahraga, latihan baris-berbaris, hingga kegiatan kebugaran seperti push-up dan sit-up.

“Pola hidup mereka akan dibentuk ulang. Bukan dimarahi, tapi dibentuk jadi lebih sehat dan bertanggung jawab,” katanya.

Baca Juga: Gegara CEO Dibunuh, Google Habiskan Rp132 Miliar Demi Keamanan Sundar Pichai

Program ini juga bertujuan untuk memutus kebiasaan buruk yang sudah menjangkiti banyak remaja, mulai dari konsumsi alkohol oplosan, penggunaan obat penenang berbahaya, hingga gaya hidup tak sehat lainnya.

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X