Menurutnya, meskipun perubahan besar tidak bisa dirasakan dalam sekejap, tanda-tanda perbaikan sudah mulai terlihat dari gerakan di akar rumput.
Ia mengajak semua pihak untuk memberi ruang kepada pemerintahan yang baru berjalan 100 hari ini, seraya mengawal secara objektif agar program-program kerja pemerintah berjalan sesuai harapan rakyat.
Lebih jauh, Arwin mengingatkan bahwa polemik yang tidak perlu justru menguras energi bangsa yang seharusnya bisa digunakan untuk membangun. Ia meminta semua pihak untuk mengedepankan kolaborasi, bukannya memperbesar jurang perbedaan.
"Kami melihat gerakan positif mulai bermunculan di desa, dari para petani kita. Itu hal baik yang perlu dikawal dan diperkuat, bukan diseret ke dalam pusaran polemik yang melelahkan," kata Arwin penuh semangat.
Baca Juga: Nilai MBG Lebih Penting Ketimbang Lapangan Kerja, Menteri RI Ini Tuai Kritik Pedas Pengamat Ekonomi
Mengakhiri pernyataannya, Arwin kembali menegaskan pentingnya komunikasi lintas generasi yang setara dan hangat. Ia mengajak semua tokoh bangsa untuk saling mendengar dan belajar satu sama lain, demi masa depan Indonesia yang lebih baik.
"Kami siap duduk bareng, belajar, berdialog, dan tentu saja berkontribusi. Mari kita jaga dan majukan Indonesia bersama-sama. Indonesia baik-baik saja, tinggal bagaimana kita merawatnya dengan cara yang bijak," tutup Arwin.