INSIBERNEWS - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) kini resmi memegang kendali atas aset dan dividen dari 844 Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kabar ini diumumkan langsung oleh Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, dalam acara Town Hall Danantara Indonesia yang digelar Senin, 28 April 2025.
Langkah ini menjadi babak baru dalam upaya pemerintah mempercepat konsolidasi aset negara guna memperkuat perekonomian nasional.
Baca Juga: Tuai Sorotan Warganet, Istana Beberkan Alasan Gibran Bikin Konten Monolog di Medsos
Pengelolaan aset tersebut dilakukan berdasarkan amanat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15 Tahun 2025 yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto pada 21 Maret 2025.
Aturan ini mengatur tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara ke dalam saham PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) untuk pembentukan holding operasional di bawah pengelolaan Danantara.
Dengan demikian, PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) resmi ditunjuk menjadi induk perusahaan (holding) yang berada langsung di bawah kendali Danantara.
Baca Juga: Program Pemutihan Ijazah, Pemprov DKI Bantu Lulusan Tuntaskan Pendidikan
Lebih dari sekadar mengelola portofolio perusahaan, Danantara Indonesia juga diberi mandat untuk mengelola aset negara dengan total nilai fantastis, yakni sekitar USD900 miliar atau setara dengan Rp14.000 triliun.
Nilai ini diperoleh dari hasil konsolidasi seluruh aset BUMN yang kini berada di bawah satu atap. Tugas besar ini diharapkan mampu mempercepat pengembangan ekonomi, membuka lapangan kerja baru, serta meningkatkan daya saing BUMN di pasar global.
Rosan menyampaikan bahwa pembentukan Danantara bukan hanya soal mengelola kekayaan negara, tetapi juga membawa visi besar menjadikan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi baru di kancah internasional.
"Dengan pengelolaan yang profesional, transparan, dan berorientasi pada hasil, kita berharap mampu membawa BUMN kita naik kelas, sekaligus mengundang lebih banyak investasi masuk," ujar Rosan dalam pidatonya di hadapan jajaran direksi dan karyawan Danantara.
Baca Juga: Nilai MBG Lebih Penting Ketimbang Lapangan Kerja, Menteri RI Ini Tuai Kritik Pedas Pengamat Ekonomi
Program konsolidasi ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam membangun Sovereign Wealth Fund (SWF) nasional yang tangguh.
Artikel Terkait
Bobby Nasution Sambangi Kantor KPK, Ada Apa?
Segera Hadir di Kota Serang, CoreLab Promedia Ajak Mahasiswa Mengenal Seputar Dunia Content Creator
Mobil Mewah Milik Ridwan Kamil Disita KPK, Terkait Kasus Korupsi Bank BJB
BPK Temukan Kerugian Negara Rp1 Triliun dalam Kasus Dugaan Korupsi Investasi PT Taspen
Penemuan Mayat di Penginapan Cibuntu, Polres Bekasi Selidiki Kasus Pembunuhan
Balita Ditemukan Tewas Terbakar di Kamar Kontrakan Kosambi, Polisi Kejar Pelaku
Gubernur Dedi Mulyadi Usulkan Wajib Militer bagi Pelajar Bermasalah, Ini Tujuannya
Dampak Tarif AS, Perusahaan di China Mulai Hentikan Produksi dan Rumahkan Karyawan
Bakal Tambah Investasi ke Indonesia, Prabowo Terima Kunjungan Para Pengusaha Grup Besar Korea Selatan
Program Pemutihan Ijazah, Pemprov DKI Bantu Lulusan Tuntaskan Pendidikan