Dampak Tarif AS, Perusahaan di China Mulai Hentikan Produksi dan Rumahkan Karyawan

Photo Author
- Senin, 28 April 2025 | 16:11 WIB
Perang dagang AS dan China akan berlanjut karena Donald Trump kembali terpilih jadi Presiden AS (Instagram @ngomonginuang)
Perang dagang AS dan China akan berlanjut karena Donald Trump kembali terpilih jadi Presiden AS (Instagram @ngomonginuang)

INSIBERNEWS - Sejumlah produsen di China kini mulai merasakan dampak nyata dari tarif tinggi yang diberlakukan oleh Amerika Serikat. Beberapa perusahaan yang sebelumnya bergantung pada pasar AS terpaksa menghentikan sebagian besar operasional mereka dan mencari pasar alternatif.

Dampak ini juga mulai dirasakan di sektor tenaga kerja, dengan beberapa pabrik yang harus merumahkan karyawan mereka karena penurunan pesanan.

Baca Juga: Gubernur Dedi Mulyadi Usulkan Wajib Militer bagi Pelajar Bermasalah, Ini Tujuannya

Cameron Johnson, mitra senior di firma konsultan Tidalwave Solutions yang berbasis di Shanghai, mengungkapkan bahwa beberapa pabrik di China, terutama yang memproduksi mainan, peralatan olahraga, serta barang-barang murah yang biasa ditemukan di toko diskon, mengalami penurunan permintaan signifikan.

Baca Juga: Kapal Pengangkut Mobil Terbesar Dunia Milik BYD Mulai Pelayaran Perdana, Bawa 7.000 EV ke Brasil

"Ada pabrik yang meminta karyawannya pulang selama beberapa minggu karena pesanan dari pasar AS berkurang drastis," jelas Johnson dalam wawancara, dilansir dari Media Internasional CNBC, Senin (28/4/2025).

Menurut Johnson, pusat-pusat produksi besar di Yiwu dan Dongguan menjadi wilayah yang paling merasakan dampak dari kebijakan tarif tersebut.

Baca Juga: Balita Ditemukan Tewas Terbakar di Kamar Kontrakan Kosambi, Polisi Kejar Pelaku

Meskipun fenomena ini belum terjadi dalam skala yang sangat besar, kekhawatiran terus berkembang bahwa kondisi ini dapat meluas, terutama jika tarif tidak segera dikaji ulang atau diturunkan.

“Ada harapan agar tarif ini bisa diturunkan sehingga pesanan kembali mengalir, namun sampai saat itu tiba, beberapa perusahaan terpaksa merumahkan karyawan dan menghentikan produksi,” tambahnya.

Baca Juga: Penemuan Mayat di Penginapan Cibuntu, Polres Bekasi Selidiki Kasus Pembunuhan

Kebijakan tarif tinggi yang diberlakukan AS telah membuat perusahaan-perusahaan China menyesuaikan diri dengan mencari pasar baru yang lebih menguntungkan.

Namun, proses transisi ini tidak mudah dan memerlukan waktu serta investasi yang besar. Beberapa perusahaan bahkan harus berinovasi dan memperluas jangkauan produk untuk menjangkau konsumen di negara-negara lain, seperti Eropa dan Asia Tenggara.

Baca Juga: ASDP Indonesia Ferry Perluas Jangkauan di Kawasan Timur, Dukung Pariwisata dan Ekonomi Papua

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X