INSIBERNEWS - Hubungan panas antara India dan Pakistan kembali memuncak setelah Menteri Perkeretaapian Pakistan, Hanif Abbasi, melontarkan ancaman terbuka soal penggunaan senjata nuklir.
Dalam pidatonya yang disiarkan secara nasional pada Minggu (27/4/2025), Abbasi memperingatkan bahwa negaranya memiliki ratusan rudal dan lebih dari 130 hulu ledak nuklir yang siap digunakan jika konflik dengan India semakin memburuk.
Baca Juga: Kelola Aset Rp14.000 Triliun, Danantara Resmi Pegang Kendali 844 BUMN
"Ini bukan untuk dipamerkan. Kami tahu di mana senjata-senjata ini ditempatkan, dan semua rudal itu telah diarahkan kepada Anda," ujar Abbasi dengan nada tegas, seperti dilansir berbagai media internasional.
Baca Juga: Tuai Sorotan Warganet, Istana Beberkan Alasan Gibran Bikin Konten Monolog di Medsos
Ancaman itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan setelah serangan teror di wilayah Kashmir yang dikelola India pada Selasa pekan lalu.
Dalam insiden mengerikan tersebut, sebanyak 26 turis Hindu dilaporkan tewas ditembak oleh kelompok bersenjata yang hingga kini belum sepenuhnya diidentifikasi.
Peristiwa itu kembali membuka luka lama di wilayah perbatasan yang sudah lama menjadi titik rawan konflik antara dua negara bertetangga yang sama-sama memiliki kekuatan nuklir tersebut.
Baca Juga: Tuai Sorotan Warganet, Istana Beberkan Alasan Gibran Bikin Konten Monolog di Medsos
Situasi semakin memanas setelah pemerintah India secara sepihak memutuskan untuk menangguhkan Perjanjian Perairan Indus (Indus Waters Treaty), sebuah kesepakatan penting yang mengatur pembagian air sungai antara kedua negara sejak tahun 1960.
Keputusan New Delhi ini memicu kecaman keras dari Pakistan. Dalam pernyataannya, Abbasi memperingatkan bahwa penghentian aliran air ke Pakistan sama saja dengan provokasi serius.
"Kalau mereka berani menghentikan pasokan air, mereka harus siap menghadapi konsekuensinya. Perang bukan lagi pilihan, tapi keniscayaan," tegasnya.
Baca Juga: Program Pemutihan Ijazah, Pemprov DKI Bantu Lulusan Tuntaskan Pendidikan
Perseteruan soal air ini menjadi pemantik baru ketegangan setelah serangan di Kashmir. Sebagaimana diketahui, Perjanjian Perairan Indus selama ini dianggap sebagai salah satu jembatan diplomatik yang mampu meredam pertikaian kedua negara.
Artikel Terkait
Segera Hadir di Kota Serang, CoreLab Promedia Ajak Mahasiswa Mengenal Seputar Dunia Content Creator
Mobil Mewah Milik Ridwan Kamil Disita KPK, Terkait Kasus Korupsi Bank BJB
BPK Temukan Kerugian Negara Rp1 Triliun dalam Kasus Dugaan Korupsi Investasi PT Taspen
Penemuan Mayat di Penginapan Cibuntu, Polres Bekasi Selidiki Kasus Pembunuhan
Balita Ditemukan Tewas Terbakar di Kamar Kontrakan Kosambi, Polisi Kejar Pelaku
Gubernur Dedi Mulyadi Usulkan Wajib Militer bagi Pelajar Bermasalah, Ini Tujuannya
Dampak Tarif AS, Perusahaan di China Mulai Hentikan Produksi dan Rumahkan Karyawan
Bakal Tambah Investasi ke Indonesia, Prabowo Terima Kunjungan Para Pengusaha Grup Besar Korea Selatan
Program Pemutihan Ijazah, Pemprov DKI Bantu Lulusan Tuntaskan Pendidikan
Kelola Aset Rp14.000 Triliun, Danantara Resmi Pegang Kendali 844 BUMN