Menurutnya, meskipun perubahan besar tidak bisa dirasakan dalam sekejap, tanda-tanda perbaikan sudah mulai terlihat dari gerakan di akar rumput.
Ia mengajak semua pihak untuk memberi ruang kepada pemerintahan yang baru berjalan 100 hari ini, seraya mengawal secara objektif agar program-program kerja pemerintah berjalan sesuai harapan rakyat.
Lebih jauh, Arwin mengingatkan bahwa polemik yang tidak perlu justru menguras energi bangsa yang seharusnya bisa digunakan untuk membangun. Ia meminta semua pihak untuk mengedepankan kolaborasi, bukannya memperbesar jurang perbedaan.
"Kami melihat gerakan positif mulai bermunculan di desa, dari para petani kita. Itu hal baik yang perlu dikawal dan diperkuat, bukan diseret ke dalam pusaran polemik yang melelahkan," kata Arwin penuh semangat.
Baca Juga: Nilai MBG Lebih Penting Ketimbang Lapangan Kerja, Menteri RI Ini Tuai Kritik Pedas Pengamat Ekonomi
Mengakhiri pernyataannya, Arwin kembali menegaskan pentingnya komunikasi lintas generasi yang setara dan hangat. Ia mengajak semua tokoh bangsa untuk saling mendengar dan belajar satu sama lain, demi masa depan Indonesia yang lebih baik.
"Kami siap duduk bareng, belajar, berdialog, dan tentu saja berkontribusi. Mari kita jaga dan majukan Indonesia bersama-sama. Indonesia baik-baik saja, tinggal bagaimana kita merawatnya dengan cara yang bijak," tutup Arwin.
Artikel Terkait
Mobil Mewah Milik Ridwan Kamil Disita KPK, Terkait Kasus Korupsi Bank BJB
BPK Temukan Kerugian Negara Rp1 Triliun dalam Kasus Dugaan Korupsi Investasi PT Taspen
Penemuan Mayat di Penginapan Cibuntu, Polres Bekasi Selidiki Kasus Pembunuhan
Balita Ditemukan Tewas Terbakar di Kamar Kontrakan Kosambi, Polisi Kejar Pelaku
Gubernur Dedi Mulyadi Usulkan Wajib Militer bagi Pelajar Bermasalah, Ini Tujuannya
Dampak Tarif AS, Perusahaan di China Mulai Hentikan Produksi dan Rumahkan Karyawan
Bakal Tambah Investasi ke Indonesia, Prabowo Terima Kunjungan Para Pengusaha Grup Besar Korea Selatan
Program Pemutihan Ijazah, Pemprov DKI Bantu Lulusan Tuntaskan Pendidikan
Kelola Aset Rp14.000 Triliun, Danantara Resmi Pegang Kendali 844 BUMN
Menteri Pakistan Ancam India dengan Senjata Nuklir, Ketegangan Semakin Membara